Preview Final Liga Champions 18/19 Tottenham Hotspur – Liverpool

0
4

Madrid, etalaseinfo.com – Tottenham Hotspur dan Liverpool nyaris tersingkir dini di Liga Champions babak penyisihan grup, namun semangat juang yang tinggi serta filosofi permainan dari dua manajer tersebut mengantar dua tim Inggris ini bakal saling sikut di final Liga Champions 2019. 

Baik Jurgan Klopp dan Mauricio Pochettino belum pernah memenangkan trofi bersama klub mereka sekarang, tapi kini keduanya memiliki kans menyabet penghargaan paling bergengsi di sepakbola Eropa yang akan dihelat di Estadio Wanda Metroplitano, Madrid, Minggu (2/6) dini hari WIB. 

Klub Merseyside ini jatuh bangun di Grup C dan setelah menelan tiga kekalahan mereka menatap laga pemungkas versus Napoli dengan kewajiban menang clean sheet atau dengan margin dua gol untuk bisa melenggang ke babak 16 besar. 

Pun dengan Tottenham. Mereka gagal memenangkan tiga pertandingan perdana di fase grup, namun menjadi tim kedua yang berhasil menembus final setelah Inter Milan di 2010 — yang akhirnya memenangkan trofi Si Kuping Besar — usai menelan pil pahit di periode awal. Tottenham pun finis kedua di bawah Barcelona dengan delapan poin setelah mengunci hasil imbang 1-1 versus Barcelona di laga pamungkas. 

Setelah melewati perjalanan panjang dan menegangkan, the Reds dan Tottenham mencatat epic comeback di fase semi-final. 

Pada 8 Mei 2019 menjadi salah satu malam paling mengesankan bagi penggawa Si Merah dan loyalis mereka di seluruh penjuru dunia. Bagaimana tidak, mereka di luar dugaan meluluhlantakkan kandidat juara Barcelona 4-0 di Anfield, setelah kalah 3-0 di pertemuan pertama. Lalu di malam berikutnya skuad Pochettino bangkit dari ketertinggalan agregat 3-0 melawan Ajax hanya dalam kurun 45 menit untuk menapaki final Liga Champions pertama sepanjang sejarah mereka, berkat hat-trick Lucas Moura. 

“Ketika saya melihat itu gol, sungguh luar biasa. Saya tidak tahu perasaan saya, apa yang harus dilakukan, bagaimana merayakannya. Semua orang mendatangi saya, saya melihat para pemain di bench, itu sungguh gila,” kenang Moura mengenai situasi di Amsterdam ArenA setelah mencetak gol ketiga untuk Tottenham di menit-menit akhir pertandingan. 

“Saya dapat mengingat semuanya. Saya berlari, lompat, lalu semua orang datang. Ini seperti film, seperti mimpi, tapi ini nyata. Luar biasa. Saya tak punya kata-kata untuk menjelaskan.” 

Sementara itu, bagi Klopp, sejak menenangkan Piala Jerman bersama Borussia Dortmund pada 2012, pelatih 51 tahun ini menelan kekalahan di enam final yang ia ikuti, tiga di antaranya bersama the Reds di Liga Champions, Liga Europa dan Piala Liga. 

Final di Madrid adalah laga puncak ketiga manajer asli Jerman itu bersama Liverpool di kancah Eropa, dan hanya Bob Paisley (empat) yang memiliki catatan lebih baik darinya. Tapi, mantan pembesut Borussia Dortmund itu tentu ingin menyudahi tren negatif tersebut, apalagi setelah tepat di musim lalu mereka kalah dari Real Madrid di Kiev. 

“Final selalu berbeda; saya selalu datang dengan tim berbeda, situasi berbeda, lawan berbeda. Jika saya menjadi alasan untuk kalah di enam final beruntun maka semua orang harus khawatir, sungguh. Jika tidak, maka kami selalu memiliki peluang — dan itulah bagaimana kami melihatnya,” ujar Klopp dalam konferensi pers jelang laga, dikutip laman resmi klub. 

Prakiraan line-up pemain
Tottenham: Lloris; Trippier, Alderweireld, Vertonghen, Rose; Winks, Sissoko; Eriksen, Alli, Son; Kane

Liverpool: Alisson; Alexander-Arnold, Matip, Van Dijk, Robertson; Fabinho, Henderson, Wijnaldum; Salah, Firmino, Mané

(Goal)