0,78 Gram Sabu Yang Ditemukan di Tas Reza Artamevia Dibeli Seharga Rp1,2 Juta

0 78 Gram Sabu Yang Ditemukan Di Tas Reza Artamevia Dibeli Seharga Rp1 2 Juta

Reza Artamevia saat rilis kasus pengungkapan tindak pidana narkotika di Polda Metro Jaya, Jakarta, 6 September 2020.

Jakarta – Polisi meringkus penyanyi Reza Artamevia (RA) terkait penggunaan narkotika jenis sabu. Ia ditangkap di salah satu restoran di Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat, 4 September 2020.
 
“Barang bukti yang berhasil kita amankan adalah satu klip sabu-sabu sebesar 0,78 gram,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu, 6 September 2020.
 
Polisi menemukan sejumlah barang bukti lain di dalam tas Reza Artamevia. Barang bukti tersebut merupakan miliknya yang dibeli sekitar Rp1 juta.
 
“Rp1,2 juta dia beli. Satu klip beratnya 0,78 gram sabu-sabu, itu masih kami lakukan pengecekan ke labfor (laboratorium forensik),” kata Kombes Pol Yusri.

Reza Artamevia diamankan Polda Metro Jaya di sebuah rumah makan kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Ditemukan sabu seberat 0,78 gram dari tas Reza.

Reza Artamevia diamankan bersama dua orang di lokasi pada Jumat, 4 September 2020 sektiar pukul 16.00 WIB. Dua orang rekan berstatus saksi. Reza bersikap kooperatif saat diamankan.
 
Reza Artamevia dan dua orang saksi tersebut telah menjalani tes urine. Hasil tes urine Reza Artamevia positif amfetamin. Sementara dua saksi yang ikut diperiksa negatif amfetamin.
 
Penangkapan Reza Artamevia terkait narkotika kali ini merupakan yang kedua. Pada 28 Agustus 2016, Reza Artamevia ditangkap bersama Gatot Brajamusti atas kasus narkotika di kamar hotel kawasan Mataram, Lombok, NTB. Saat itu, hasil tes urine Reza Artamevia dinyatakan positif oleh polisi.
 
Reza Artamevia kembali menjalani tes urine bersama BNNP NTB pada September 2016 dan dinyatakan negatif. Reza mengaku menggunakan obat bernama Asfat yang mengandung zat amfetamin.
 
BNNP NTB memutuskan rehabilitasi narkoba untuk Reza Artamevia. BNNP NTB saat itu beralasan Reza sekadar mencoba, bukan pengguna berat. (LP)

Share