10.645 Burung Liar Sitaan Dilepasliarkan

10 645 Burung Liar Sitaan Dilepasliarkan

Burung burung hasil tangkapan petugas di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni dilekepasliarkan di halaman balai karantina pertanian wilayah kerja Bakauheni.

Kalianda – Tim gabungan yang terdiri dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Balai Karantina Pertanian kelas I Bandar Lampung, BKSDA bersama lembaga sosial , WCS, JAAN dan Flight, berhasil menyelamatkan sedikitnya 10.645 ekor burung berbagai jenis yang akan diselundupkan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni sepanjang tahun 2020.

Selanjutnya untuk melestarikan keberadaan burung burung tersebut, diantaranya jenis cililin, cucak ijo, cucak jenggot, kapas tembak, kinoy, pleci, poksay mantel, jovin, ekek keling, cucak ranting, cucak biru, siri-siri, dan cucak daun dilepasliarkan ke hutan yang ada dibelakang kantor BKP wilayah kerja Bakauheni.

Masih maraknya perdagangan satwa liar jenis burung ini mendapat perhatian serius. Walau sejumlah pelaku penyelundupan satwa sudah menjalani hukuman, menurut
Tania Bunga Hernandita selaku Campaign Manager Flight Protecting Indonesia Birds, UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ternyata belum memberikan efek jera kepada pelaku, sehingga populasi burung di alam liar kian terancam akibat penyelundupan yang merajalela. 

“Harus ada arahan penegakan hukum melalui pendekatan multidoor. Jaringan harus diperluas agar bisa mengungkap dari pemburu hingga tingkat pedagang. Dengan begitu perdagangan burung secara ilegal bisa diminimalisir,” kata Tania, Senin, 24 Agustus 2020.

Hal senada diungkapkan penyidik Balai Karantina Pertanian kelas I Bandar Lampung wilayah kerja Bakauheni, Buyung Hardiyanto. Menurutnya, selama ini pihaknya terus berupaya melakukan kolaborasi untuk menjaga komitmen yang sama dalam melakukan pencegahan dan penegakan hukum bagi penyelundup  satwa liar maupun satwa dilindungi.

“Keberhasilan tidak akan tercapai kalau hanya karantina saja yang bekerja. Untuk itu, diperlukan komitmen yang sama untuk mengatasi Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Lpung Selatan AKBP Edi Purnomo melalui Kepala KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah dengan didampingi Kanitredkrim Ipda Mustolih menyebutkan, setidaknya 10 kali jajarannya bersama BKP dan TNI berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa liar maupun satwa dilindungi dari Sumatera ke Pulau Jawa sepanjang tahun ini.

Meski berhasil digagalkan dan proses hukum dilanjutkan, ujar dia, belum memberikan efek jera bagi pelaku menyusul masih maraknya penyelundupan satwa liar secara ilegal melalui Pelabuhan Bakauheni.

AKP Ferdiansyah meminta pencegahan dan penegakan hukum penyelundupan satwa liar diimbangi dengan gencar sosialisasi. “Untuk mempersempit dan meningkatkan kesadaran masyarakat, maka perlu ada sosialisasi pencegahan dan penegakan hukum,” katanya.

Dikatakan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi yang cukup baik dalam pencegahan penyelundupan satwa liar maupun satwa dilindungi. “Sepanjang tahun 2020, kita telah menyita puluhan ribu ekor burung yang kemudian dilepasliarkan,” pungkasnya. (LP)

Share