Oknum Mantri/Perawat AR Diduga Rawat Pasien Tanpa Pengawasan Dokter

0
20

Tubaba,etalaseinfo.com – Warga Tiyuh candra kencana, kecamatan tulang bawang tengah, kabupaten tulang bawang barat keluhkan cara pengobatan, yang kerap kali dilakukan oleh Perawat (Mantri) ber inisial (Ar) warga Candra jaya, Kamis (13/02/20).

Mengapa tidak (Ar) oknum Perawat tersebut kerap kali melakukan pengobatan yang sangat membahayakan nyawa pasiennya, berawal dari korban yang bernama (Ir.30) warga Candra kencana kecamatan tulang bawang tengah kabupaten setempat, mantri tersebut Melakukan pengobatan terhadap dirinya bukanya mendapatkan hasil yang memuaskan melainkan bertambah parah tidak ada perubahan sama sekali.

“Saya berobat sama perawat  (Ar) yang beralamat di Candra jaya, yang tadinya saya mau ke dokter Edi yang di Tiyuh daya asri, kecamatan Tumijajar dan pada saat itu kebetulan dokter Edi tidak ada di tempat, Dan saya pernah dengar tetangga bahwa ada pak mantri saya coba minta nomer telepon Nya dan langsung menghubunginya via telfon, lalu pak mantri tersebut datang dan langsung mengecek darah saya dirumah,” bebernya.

Masih kata(ir) “Setelah dilakukan cek darah  dan darah saya tersebut langsung di bawanya untuk dilakukan cek lab, dan saya pun tidak tau cek lab tersebut dimana tempatnya, setelah itu sore harinya pak mantri datang mengantarkan hasil uji lab darah saya bahwa menyatakan saya terkena penyakit tipus, “ucapnya.

“setelah menerima hasil cek lab darah tersebut saya baru mengetahui bahwa saya terkena tipus saya pun langsung di impus sekira pukul 16:00 sampai sehabis shalat isya itu menghabiskan impus sebanyak 5 botol, “jelasnya saat di kompirmasi beberapa teman media di kediaman rumah (IR)  (6/02/20) lalu.

Lebih lnjut dia menjelaskan, “Setelah saya di impus saya merasa diri saya bukanya sembuh melainkan fisik saya semakin lemah dan rasa badan tidak karuan, untuk itu dua hari satu malam ditangani Mantri tersebut saya menghabiskan infus 11 botol infus, maka dari itu saya memutuskan untuk menghentikan pengobatan kepada dia, saya langsung melakukan pengobatan kepada dokter Edi, “tutupnya.

Di tempat terpisah Dokter Edi menjelaskan terkait permasalahan tersebut , “Jadi kalo kita mengacu ke undang undang keperawatan, perawat itu dalam merawat pasiennya harus dalam pertanggung jawaban seorang dokter, itu pun harus di deligasikan dengan baik, serta di berikan intruksi oleh seorang dokter lalu perawat tersebut melakukan perawatan terhadap pasien dengan baik, “katanya.

Disinggung terkait pemberian obat yang sudah melebihi target yang diberikan oleh oknum mantri tersebut dokter Edi mengatakan itu sudah sangat membahayakan bagi pasien yang dirawat oleh nya, karena dilihat dari hasil cek darah pasien trombositnya mencapa 42.000(empat puluh dua ribu),dan saya selalu dokter sudah tidak sanggup lagi untuk menangani pasien tersebut.tutupnya. (Rizal Sanjaya)