16 Kasus Tambang Bermasalah di Lampung Berhasil Di Catat Walhi

Bandar Lampung – Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Lampung Irfan Tri Musri mendorong KPK untuk tegas kepada penambang dan perusahaan mulai dari proses awal penambangan, ketika penambangan dan reklamasi pasca tambang.

Berdasarkan data dan pantauan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung pada tahun 2019 tercatat ada 16 kasus terkait pertambangan bermasalah di Provinsi Lampung, diantaranya terbagi menjadi 5 macam jenis pertambangan yaitu, tambang pasir laut, tambang pasir sungai, tambang emas, tambang batu bara, dan tambang batu.

Pertambangan yang terjadi berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Barat, dan Kota Bandar Lampung.

“Saya mendukung KPK membentuk satgas tambang disemua daerah di Indonesia. Kalau di Lampung sendiri kita lihat ada beberapa titik lubang bekas galian tambang batu maupun tambang pasir. Hal itu kan menimbulkan kerusakan pada lingkungan bila tidak diperbaiki,” katanya kepada Lampung Post, Rabu, 26 Februari 2020.

Dia mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban perusahaan penambangan untuk menghijaukan kembali daerah bekas galian tambang. Kemudian perusahaan penambang juga harus mengikuti aturan jangan melakukan perbuatan-perbuatan melawan undang-undang. Mafia-mafia tambang juga harus dibasmi karena merugikan masyarakat, alam dan negara.

“Di Lampung ada beberapa lokasi seperti di Natar, Tegineneng, Lampung Timur, dan beberapa daerah lainnya ada penambangan. Kita mendukung satgas tambang. Bila perlu sampai di level daerah,” katanya.

Berbicara komoditas pertambangan di Provinsi Lampung ada lebih dari 15 komoditas pertambangan yang ada di Provinsi Lampung, mulai dari pertambangan pasir sampai dengan pertambangan batu bara.

Ada 34,635.74 hektare lahan di Provinsi Lampung dijadikan sebagai lokasi pertambangan yang diberikan izin kepada 171 perusahaan pertambangan.

Pertambangan berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat, konflik sosial antara masyarakat dengan korporasi/pelaku usaha pertambangan, tidak ada rehabilitasi terhadap bekas tambang, dan adanya korban jiwa, serta kerugian negara atas pertambangan.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengapresiasi sikap pemerintah yang tegas kepada penambang ilegal melalui rencana pembentukan satuan tugas penanganan penambangan ilegal. Satgas tersebut bakal dibentuk melalui peraturan presiden mengenai penambangan emas tanpa izin (PETI) dan reklamasi pascatambang.

Daftar Tambang di Lampung Potensi Bermasalah
1. Pertambangan Pasir Laut
– PT Lautan Indonesia Persada di Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan
– PT Makmur Anugerah Mandiri Sejahtera di Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang.
– Pusat Koperasi Nelayan Indonesia di Way Teladas, Kabupaten Tulangbawang.
– PT Sejati 555 Sampurna Nuswantara di Margasari, Sukorahayu, Kabupaten Lampung Timur.

2. Tambang Pasir Sungai dan Daratan
– PT Jaya Pasifik Propertindo (PT JPP) di Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur.
– Tambang pasir Ilegal di Kecamatan Labuhanmaringgai dan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur
– PT Pringsewu Jaya Abadi di Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
– BUMN PT Waskita Karya, lewat CV Lancar Abadi dan CV Berkah Kita Maju Bersama di Way Sekampung, Pringsewu.
– Tambang pasir disepanjang bantaran sungai way seputih di Gunung Sugih dan Terbanggi Besar Lampung Tengah

3. Pertambangan Emas
– PT Karya Bukit Utama (PT KBU) di Desa Babakan Loa, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.
– PT Natarang Mining (NM) di Kawasan Hutan Lindung Register 39 Kota Agung Utara Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat

4. Pertambangan Batu
– Tambang Batu Ilegal di Kunyit Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung
– Tambang Batu Ilegal di Bukit Kedaung, Tirtayasa Sukabumi, Bandar Lampung
– Bukit Balau di Sukabumi, Bandar Lampung
– Gunung Perahu Atau Bukit Onta di Jalan Harimau 4, Kelurahan Sukamenanti, Bandar Lampung

5. Pertambangan Batu Bara
– Rencana Tambang Batubara PT Indotex Pratamajaya di Kec. Tanjungraya dan Mesuji, Kabupaten Mesuji
– Rencana Tambang Batubara PT. Nokano Coal Mining di Kecamatan Pancajaya, Kabupaten Mesuji.

(LP)

Share