Ini Jawaban LO Pasangan HIMEL Saat Dipanggil Bawaslu

Ac940cb559a859a65d29f5bdd3617bfd

Kalianda, etalaseinfo.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) memangil tiga pasangan bakal calon (balon) kepala daerah setempat.

Pemanggilan melalui Surat Nomor: 097/K.LA-02/PM.00.02/IX/2020 itu untuk meminta keterangan terkait diduga terjadi pelanggaran protokol kesehatan saat pendaftaran bakal pasangan calon di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamsel pada 4-6 September lalu.

Dati pantauan  di kantor Bawaslu  setempat, terlihat petugas penghubung atau liaison officer (LO) pasangan bakal calon kepala daerah Hipni-Melin Haryani Wijaya  telah hadir memenuhi panggilan tersebut.

Kepada Bawaslu, Jauhari selaku LO pasangan Hipni-Melin mengakui terjadi pelanggaran protokol kesehatan saat proses pendaftar di KPU Lamsel pada tanggal 4 September 2020.

” akan tetapi itu merupakan antusias masyarakat, maka dari itu kita juga tidak bisa menghalangi. Sebelumnya sudah kita minta juga supaya para pendukung menonton live streaming saja,” kata Jauhari didampingi Budi Setiawan.  

Dia menyebut, untuk selanjutnya pasangan Hipni-Melin akan mematuhi seluruh aturan pilkada. Termasuk terkait penerapan protokol kesehatan.

Ketua Bawaslu Lamsel Hendra Fauzi mengatakan, pemanggilan tersebut terkait pelanggaran protokol kesehatan saat proses pendaftaran tiga pasangan balon kada di kantor KPU.

“Pada aturan PKPU hanya boleh 50 orang. Sedangkan ketiga paslon tersebut melakukan arak-arakan pada saat mendaftar di KPU,” kata  Hendra Fauzi.

Dia menerangkan, dalam pemanggailan tersebut, Bawaslu meminta keterangan terkait kerumunan massa pada proses pendaftaran Balonkada.

“Jawaban LO pasangan balonkada Hipni-Melin tadi, massa yang ada pada saat pendaftaran tersebut, hadir atas inisiatif sendiri,” kata Hendra.

Menurut dia, Bawaslu belum bisa memberikan sanksi atas terjadinya pelanggaran tersebut.

“Sejauh ini bahwa kejadian tersebut hanya pelanggaran administrasi, sehingga kita (Bawaslu) pun hanya bisa mengingatkan supaya tidak terulang lagi,” terangnya. 

Hendra juga meminta supaya pasangan balon kada dapat terus mematuhi Peraturan KPU, terlebih untuk penerapan protokol kesehatan.

“Ada dua tahapan yang krusial untuk terjadinya kerumunan: penetapan calon dan pengambilan nomor urut. Karena itu, kami meminta supaya jangan terjadi lagi pelanggaran protokol kesehatan,” tegasnya. (*)

Share