20 SD dan SMP di Lambar Akan Mengikuti Program GSMS

Sekolah Diminta Update Nomor Telepon Siswa Di Dapodik

Liwa – Sebanyak 20 sekolah tingkat SD dan SMP di Lampung Barat tahun ini akan menjadi target penyelenggaraan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Barat Bulki, Minggu, 6 September 2020 menjelaskan gerakan program GSMS masuk SD dan SMP ini dilaksanakan melalui bidang kebudayaan.

GSMS merupakan program Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

Tujuannya untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat para siswa dibidang seni budaya.

Selain itu, juga untuk menjalin kerjasama yang bersinergi antara sekolah dengan para seniman serta menumbuhkan budaya sekolah yang sehat, menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan dan menguatkan karakter yang nantinya diharapkan dapat membentuk dan membangun sikap kreatif, apresiatif dan inovatif bagi para siswa.

Adapun jumlah sekolah yang akan diikutsertakan pada program GSMS itu yakni sebanyak 20 SD dan SMP yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Ke-20 sekolah itu diantaranya yakni SDN 1 Giham dan SDN Waspada (Sekincau), SDN 3 Tugu Sari (Sumberjaya), SDN 1 Purajaya dan SDN 1 Muarabaru (Kebuntebu), SDN 1 Way Mengaku, SDN 3 Way Mengaku, SDN 1 Sebarus,  SMPN 1 Liwa, dan SMPN 2 Liwa (Balik Bukit). Kemudian SDN 2 Kembahang, SDN 1 Pekon Balak dan SMPN 1 Batubrak (Batu Brak). Lalu SDN 1 Tanjungraya, SDN 1 Buaynyerupa dan SMPN 1 Sukau (Sukau). Kemudian SDN 4 Padangtambak dan SMPN 2 Way Tenong (Way Tenong), SMPN 1 Airhitam (Airhitam) dan SMPN 1 Belalau (Belalau).

Ia menambahkan, kegiatan GSMS pada tahun 2020 ini untuk ditingkat nasional yaitu bekerja sama dengan 16 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Provinsi/Kabupaten/Kota yang terpilih dengan melibatkan 210 orang seniman dari masing-masing. Ada 210 Kouta seniman yang akan mengajar sebanyak 4.200 siswa yang tersebar di 210 sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK, baik swasta dan negeri.

“Kouta 210 seniman itu akan dibiayai oleh APBN. Dari jumlah itu, 60 orang seniman berada di Provinsi Lampung. Rincianya  Lampung Utara 15 seniman, Lampung Timur 10 seniman. Kemudian Kota Metro 15 seniman dan Lampung Barat 20 seniman,” kata Bulki. 

Sebelum melaksanakan tugas mengajar ke sekolah-sekolah, seniman dan asisten seniman itu akan dibekali pengetahuan tentang pembuatan tutorial pembelajaran dan pelaporan secara online oleh tim GSMS Kemendikbud RI yang akan dilaksanakan bulan ini.

Metode pembelajaran GSMS yang akan dilaksanakan seniman lokal Lampung Barat kepada siswa yaitu secara daring maupun luring (tatap muka) terhitung dari bulan Oktober sampai November 2020. 

Pembelajaran didampingi oleh asisten seniman yang berasal dari sekolah yang akan diawasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Diakhir proses pembelajaran Disdikud dapat menyelenggarakan pertunjukan/pameran dari hasil pembelajaran para siswa dengan seniman dengan cara tetap mengikuti protokol kesehatan pengendalian Covid-19 untuk membuat dokumentasi video. Program ini nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan seni dan budaya daerah. (LP)

Share