242 TPS Masuk Kategori Rawan dan Sangat Rawan

Fsmm Ajak Anak Muda Kawal Pilkada Lampung Tengah

Bandar Lampung – Polda Lampung bersama TNI dan linmas akan melakukan penjagaan terhadap 10.675 tempat pemungutan suara (TPS) di delapan kota/kabupaten yang menggelar pilkada serentak 9 Desember 2020. Seluruh TPS dibagi dalam empat kategori, yakni aman, rawan, sangat rawan, dan khusus.

Adapun delapan kabupaten/kota yang menggelar pilkada, yakni Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Metro, Pesawaran, Way Kanan, dan Pesisir Barat. Kategori aman ada 10.406, rawan 196 TPS, sangat rawan 46 TPS, dan khusus (rumah sakit, bandara dll)  28 TPS. 

“TPS yang ada dibagi dalam beberapa kategori, yakni aman, rawan, sangat rawan, dan khusus,” ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Senin, 7 Desember 2020.

Namun, Polda Lampung belum memaparkan secara terperinci terkait potensi kerawanan, letak TPS rawan hingga pola pengamanan serta jumlah personel tiap jenis TPS di delapn kabupaten/kota tersebut .

Namun, merujuk pada paparan Kapolres Kalianda AKBP Zaky Alkazar, jumlah personel untuk TPS aman dengan perbandingan 2:8:16 yang berarti dua personel mengamankan delapan TPS dibantu 16 personel linmas. TPS rawan pengamanan dengan pola 2:2:4, sedangkan TPS sangat rawan dan khusus dengan pola yang sama yakni 2:1:2 yang berarti dua personel mengamankan satu TPS dibantu dua anggota linmas.

Untuk itu, Polda menggelar Operasi Mantap Praja Krakatu 2020 sebagai upaya mengamankan pilkada 2020. “Operasi Mantap Praja Krakatau 2020 mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif didukung kegiatan satuan tugas daerah (satgasda) sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, tertib, lancar, damai, dan sejuk dengan tetap menggunakan Protokol Kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Dia menambahkan tujuan Operasi Mantap Praja Krakatau 2020, meliputi terselenggaranya seluruh tahapan pemilihan secara aman, tertib, dan lancar; pendistribusian sarana dan prasarana serta kelengkapan administrasi aman, lancar serta tepat waktu; dan terjaminnya rasa aman seluruh masyarakat terutama yang sudah memiliki hak pilih untuk dapat memilih para pemimpinnya secara demokratis. Kemudian, terwujudnya situasi aman, tertib, damai, dan sejuk pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 2020; serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19 selama masa pemilihan.

“Pada Operasi Mantap Praja Krakatau 2020 tahun ini salah satu yang menjadi fokus, di masa adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah terjadinnya penyebaran penularan Covid-19 dengan cara bertindak penegakan hukum disertai kegiatan preemtif dan preventif secara selektif prioritas. Untuk mencapai tujuan tersebut operasi dilaksanakan dengan tindakan kepolisian dan tetap mengedepankan tindakan humanis serta memperhatikan protokol kesehatan dengan mengutamakan faktor keselamatan baik petugas maupun masyarakat. Melakukan tugas operasi dengan baik dan berpedoman pada aturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Lampung melaksanakan Operasi Mantap Praja Krakatau 2020 dalam rangka pelaksanaan pilkada serentak di delapan kabupaten/kota se-Lampung. Operasi tersebut, bakal berlangsung pada 3 September 2020-31 Desember 2020.

Untuk pengamanan pilkada diterjunkan total 41.026 personel gabungan yang akan menjaga 10.675 TPS di delapan kabupaten/kota di Lampung. Perinciannya, Polri 6.090 personel, TNI 520 personel, dan linmas 34.416.

“Khusus di Polda Lampung telah membuat rencana Operasi Mantap Praja 2020. Operasi bakal dilaksakan sesuai tahapan pemilu,” ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad. (LP)

Share