31 Diantaranya Rusak Parah, 175 Armada Kebersihan di Bandar Lampung Masih Beroperasi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung Sahriwansah.

Bandar Lampung – Sebanyak 175 unit armada kebersihan di Kota Bandar Lampung masih beroperasi dengan maksimal. Seluruhnya tersebar di 20 kecamatan yang ada di Kota Tapis Berseri.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung Sahriwansah untuk saat ini jumlah unit armada itu masih beroperasi meskipun terdapat juga unit alat kebersihan yang telah rusak dan harus dihapuskan pada tahun ini.

“Seperti dum truk, total keseluruhannya berjumlah 89 unit. Kini masih ada 73 unit yang masih beroperasi dengan baik. Sementara 12 kendaraan masuk dalam kategori rusak dan akan dilakukan penghapusan di tahun ini,” ujarnya, Kamis, 15 Oktober 2020.

Selain itu, DLH juga memiliki kendaraan truk amrol yang berfungsi sebagai armada pengangkut kontainer sampah yang tersebar di tempat pembuangan sampah sementara.

“Truk amrol berjumlah 38 unit, 2 sudah rusak berat, 1 unit terbakar di Telukbetung. Sehingga 36 masih beroperasi dalam kondisi baik,” ujarnya.

Dia mengatakan dalam tupoksinya pada pengelolaan sampah, bahwa DLH Kota Bandar Lampung telah melakukan pengangkutan sampah dari hulu sampai ke hilir. Kemudian dalam pengelolaan sampah di pusat kota, memiliki satgas khusus yang terus beroperasi untuk menjaga kebersihan kota. Satgas sendiri mengoperasikan sebanyak 35 unit mobil pikap. Namun 2 unit kini telah dalam keadaan rusak berat dan akan dilakukan penghapusan.

“Jadi setelah terangkut dengan dump truk dan truk amrol, satgas akan menyisir sampah yang dibuang masyarakat di jalanan,” kata dia.

Selain pikap, satgas juga mengoperasikan kendaraan roda tiga sebanyak 48 unit. Namun 15 unit sudah tidak layak, sehingga 33 unit yang masih dapat beroperasi.

Dia menerangkan bahwa untuk pengelolaan sampah di Kota Bandar Lampung yang berasal dari masyarakat masih dapat terkendali. Sebab jumlah armada yang dimiliki Pemkot masih dapat beroperasi dengan baik. 

“Ini teknisnya kita membackup apabila di jalan protokol terjadi penumpukan sampah. Ini salah satu upaya kita dalam mengatasi masalah sampah di kota Bandar Lampung yang mencapai 800 ton per hari,” pungkas dia. (LP)

Bagikan