4 Jemaah Asal Tuba Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan Haji

4 Calon Jemaah Asal Tuba Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan Haji

Menggala – Sebanyak empat calon jemaah haji asal Kabupaten Tulangbawang mengajukan pengembalian setoran pelunasan biaya haji 1441 hijriah atau 2020. Total terdapat 201 calon jemaah haji Tulangbawang yang gagal berangkat tahun ini akibat dari kebijakan pemerintah Arab Saudi dalam rangka menekan penyebaran wabah virus korona atau Covid-19.

Kasi Haji dan Umroh Kanto Kementerian Agama Kabupaten Tulangbawang Zainal Arifin menjelaskan, hingga saat ini terdapat empat jemaah telah mengajukan pengembalian pelunasan biaya haji. Ke empat jemaah berasal dari Kecamatan Menggala, dan Rawajitu Selatan dengan jumlah masing-masing dua orang.

“Untuk sementara ini ada empat jemaah haji yang minta dikembalikan dan proses sudah ok dan sudah diambil oleh yang bersangkutan dua jemaah di Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) serta dua jemaah di Bank Syariah Mandiri (BSM),” kata Zainal kepada lampost.co, Rabu, 15 Juli 2020.

Zainal menerangkan, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) untuk embarkasi Lampung tahun ini Rp34.677.168 dengan setoran awal Rp25 juta. Dana pelunasan yang diminta jemaah akan ditransfer langsung Badan Pengelola Keuangan Haji(BPKH) ke rekening masing-masing jamaah.

“Jadi jemaah haji yang mengajukan pengembalian dana pelunasan haji oleh BPKH langsung ditransfer melalui rekening jemaah.¬†Yang dikembalikan hanya biaya pelunasan saja sebesar Rp9.337.938 dari biaya lunas Rp34.677.168,” katanya.¬†

Meski batas waktu penutupan untuk mengajukan akan ditutup hingga akhir Juli, menurut Zainal dimungkinkan jemaah yang akan mengajukan tidak akan bertambah kembali. Hal itu lantaran pihaknya telah menkonfirmasi para jemaah.

“Batas waktu pengajuan hingga 31 Juli 2020, lewat tanggal tersebut tidak bisa. Kayaknya enggak ada lagi (penambahan), sudah kami sosialisasikan lewat WhatsApp jamaah atau group dan info lainya. Sementara biar tahun depan mudah buat proses pemberangkatan jadi tidak diambil dananya,” katanya.

Kata Zainal, terdapat tiga skema bagi jemaah haji yang batal berangkat tahun ini sesuai dengan KMA nomor 494/2020. Pertama, jamaah haji dapat memilih untuk tidak mengambil setoran awal maupun pelunasan. Kedua, jamaah haji dapat mengambil biaya pelunasan saja. Ketiga, jamaah haji dapat mengambil biaya setoran awal maupun pelunasan.

“Bagi yang mengambil pelunasan tetap saja akan berangkat tahun depan hanya saja tahun depan dia harus melaksanakan pelunasan kembali dan tidak mendapatkan nilai manfaat dari pelunasan tersebut. Tetapi kalau jamaah mengambil setoran awal dan biaya pelunasan, maka status nomor porsi haji dinyatakan batal, jamaah dinyatakan batal berangkat, hilang hak berangkat haji 1442 H/2021 M, dan harus daftar ulang serta mengantri sejak awal,” ujar dia. (LP)

Share