5.000 Bibit Jahe Diproduksi Lapas Rajabasa Selama Tiga Bulan

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa, mengelola bibit jahe

Bandarlampung – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa Kelas I, Bandarlampung memproduksi sebanyak 5.000 lebih bibit jahe selama tiga bulan.

“Kita tanam pada Juni dan produksinya di bulan Agustus,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Hasil Kerja Warga Binaan Lapas Rajabasa, Silvia Erafitri di Bandarlampung, Selasa.

Dia melanjutkan hasil produksi bibit jahe warga binaan tersebut kemudian dipasarkan baik secara langsung maupun melalui online. Untuk harga bibit jahe itu sendiri mulai dari Rp1.000 per bibit hingga Rp3.000 per bibit.

“Syukur bibit produksi warga binaan kita sudah ada yang beli sebanyak 5.000 bibit di Pringsewu dan Bandarlampung,” kata dia.

Hasil dari penjualan bibit jahe tersebut kemudian akan disetorkan ke Penerima Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 15 persen. Untuk warga binaan yang mengelola bibit jahe tersebut mendapatkan sebesar 10 persen.

“Dari 10 persen nanti akan dibagi. Ada 12 warga binaan yang mengelola bibit jahe itu,” kata dia lagi. (Ant)

Bagikan