5 Bungkus Makanan Ramah Lingkungan Ini Enak Dimakan

Bungkus Makanan Ramah Lingkungan Yang Bisa Dimakan 2

Jakarta – Masalah sampah plastik di dunia bisa terselesaikan berkat penemuan berupa bungkus makanan yang ramah lingkungan. Uniknya, bisa dimakan juga.

Bungkus makanan biasanya terbuat dari plastik atau kertas. Limbah plastik menjadi masalah yang dihadapi oleh semua negara, tak terkecuali Indonesia. Berbagai cara pun dilakukan guna mengurangi sampah plastik.

Salah satunya dengan menciptakan bungkus makanan yang ramah lingkungan. Tak hanya mudah terurai saja, bungkus makanan ini juga ramah lingkungan, mudah didaur ulang dan uniknya lagi bisa dimakan.

Para ahli di beberapa negara di dunia berhasil menciptakan bungkus makanan ramah lingkungan dan bisa dimakan tersebut. Di Indonesia juga ada bungkus makanan yang enak dimakan. Berikut ini 5 bungkus makanan ramah lingkungan yang juga dapat dimakan.

1. Bungkus Makanan dari Wortel

Bungkus Makanan Ramah Lingkungan Yang Bisa Dimakan

Belum lama ini sebuah penelitian di Thailand telah menciptakan bungkus makanan yang ramah lingkungan. Bungku makanan itu terbuat dari wortel, jenis sayuran yang biasa jadi santapan sehat.

Direktur Jenderal, Sermsuk Salakphet menyebut diciptakannya bungkus makanan ramah lingkungan ini untuk mengurangi sampah plastik. Yang unik dari bungkus makanan ini adalah juga bisa dimakan, lapor AsiaOne (10/06).

Berdasarkan hasil penelitian wortel pada konsentrasi 30% menghasilkan hasil terbaik untuk elastisitas dan kekuatan. Mereka juga menambahkan zat yang dapat dimakan lainnya untuk meningkatkan daya tahan pembungkus.

2. Bungkus Makanan dari Daun Mangrove

Bungkus Makanan Ramah Lingkungan Yang Bisa Dimakan 1 1

Di Indonesia juga pernah menciptakan bungkus makanan ramah lingkungan yang bisa dimakan. Bungkus makanan itu terbuat dari daun mangrove yang merupakan hasil kreasi siswa di Kudus, Jawa h.

Siswa tersebut adalah Azzalira Alayya Zahwa dan Fifi Munasaroh dengan dibimbing oleh tim guru pembimbing yakni Arif Nuradiayanto, Ahmad Edi Darmawan, Nurul Khotimah, dan Adi Tri Wibawa.

Mereka membuat alat edible film yang terbuat dari daun mangrove dan bahan-bahan utama lainnya seperti micro alga, spirulina plantesis, tepung mocaf, navicula SP sehingga membuat bungkus makanan ini bisa dimakan.

3. Bungkus Makanan dari Rumput Laut

Bungkus Makanan Ramah Lingkungan Yang Bisa Dimakan 2

Bungkus makanan ramah lingkungan ini juga merupakan hasil ciptaan anak bangsa. Bernama David Christian yang membuat bungkus makanan ini dengan bahan dasar berupa rumput laut.

Bungkus makanan ramah lingkungan ini diberi nama Ecoware. Ecoware dapat digunakan sebagai wadah bumbu makanan, kopi, teh, atau gula yang bisa larut saat kamu aduk setelah diseduh dengan air panas.

Selain itu juga ada dalam bentuk gelas dengan nama Ello Jelly dari bahan dasar yang sama. Selain ramah lingkungan bungkus makanan ini juga dapat dimakan dan diklaim rendah gula, bebas gelatin dan gluten.

4. Bungkus Makanan dari Sayuran

Bungkus Makanan Ramah Lingkungan Yang Bisa Dimakan 3

Dengan menggunakan sayuran, sebuah perusahaan di Polandia berhasil menciptakan bungkus makanan ramah lingkungan. Bungkus makanan itu diberi nama Scoby yang merupakan singkatan dari Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeast.

Orang di balik terciptanya bungkus makanan ramah lingkungan ini adalah Roza Janusz. Scoby sangat fleksibel, tahan lama, anti air dan bisa membuat makanan tetap segar.

Karena terbuat dari sayuran, Roza Janusz juga membuat bungkus makanan ini bisa dimakan. Tak hanya itu, jika bungkus makanan ini tidak digunakan, maka ini akan hancur seperti sayuran yang membusuk dan menyatu tanah.

5. Wadah Minuman dari Rumput Laut

Bungkus Makanan Ramah Lingkungan Yang Bisa Dimakan 4

Tidak hanya ada bungkus makanan saja yang terbuat dari rumput laut. Ada juga wadah minuman yang terbuat dari bahan yang sama. Wadah minuman itu diberi nama Ooho Water Bomb yang juga ramah lingkungan.

Wadah minuman ini dikembangkan oleh Skipping Rocks Lab. Wadah minuman ini juga bisa dikonsumsi manusia. Selain itu, sangat ramah lingkungan karena bisa terurai dalam waktu 4 hingga 6 minggu.

Wadah minuman ramah lingkungan ini memiliki bentuk bulat dan dapat diisi dengan berbagai jenis minuman, seperti kopi, teh, hingga soda. Skipping Rocks Lab hanya baru hanya dipasarkan di London, Inggris. (Dtk)

Share