80% Penyelundupan Unggas di Lintas Jawa-Sumatera

80 Penyelundupan Unggas Di Lintas Jawa Sumatera

Petugas Karantina Pertanian Lampung sat melepasliarkan unggas hasil penindakan.

Bandar Lampung – Karantina Pertanian Lampung mencatat data penindakan terhadap unggas ilegal secara nasional 36.861 ekor atau 88% di antaranya berada di lintas Jawa dan Sumatera. Bahkan, tren upaya penyelundupan menunjukan angka yang meningkat.

Pada 2019, Karantina Pertanian Lampung telah melakukan penindakan 29.488 ekor. Sedangkan hingga September 2020 telah melakukan penindakan 36.861 ekor atau meningkat 25%. 

“Industri penangkaran unggas menjadi salah satu penopang ekonomi baik bagi petani maupun peternak. Kami turut mendukung industri ini dan mengimbau agar juga mematuhi aturan yang ada,” kata Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muhammad Jumadh, Kamis, 10 September 2020. 

Dia mengharapkan jika ada aduan untuk melaporkan kepada petugas karantina pertanian terdekat untuk dapat diperiksa dan memastikan kesehatan dan keamanannya. Selain itu, untuk menyertakan juga surat angkutan tumbuhan dan satwa liar dalam negeri (SATS-DN) dari Badan Konservasi Sumber Daya (BKSDA) daerah setempat. Hal ini juga berlaku jika diperdagangkan secara daring atau online.

“Unggas yang kami amankan selanjutnya akan diperiksa kesehatannya. Jika sehat dan aman, segera kami lepas liarkan,” katanya. 

Sementara itu, Direktur Komunikasi FLIGHT,  Nabila Fatma, mengapresiasi sinergi yang telah terjalin dengan baik dalam mengatasi upaya penyelundupan unggas. “Dari data yang kami himpun, populasi burung kicau sumatera sudah dalam jumlah yang krisis. Tindakan yang dilakukan Karantina Pertanian sudah on-the track.  

“Semoga ke depan anak cucu kita masih bisa mendengarkan riuhnya kicauan burung di alam liar,” katanya. (LP)

Share