Akibat Kelalaian Pihak Konsultan Dalam Membuat RAB Negara Dirugikan Ratusan Juta Rupiah.

0
42

Tulangbawang – etalase info, Sebelum dilaksanakannya pekerjaan fisik pihak dinas PUPR Kabupaten Tulangbawang telah melelang perencanan  yaitu Perencanaan DED Gedung Asrama Bandiklat pada tahun anggaran 2015 dengan pagu sebesar Rp 150 juta, yang dimenangkan CV.KARYA MUDA KONSULTAN, pada tahun anggaran 2017 dilanjutkan pekerjaan fisik  yaitu Renofasi Plaffon Gedung Badan Diklat yang dikerjakan CV.TUJUH SAUDARA dengan pagu sebesar Rp 900 juta.

Rencaana Anggaran Biaya (RAB) dalam dokumen perencanaan pekerjaan yang dibuat oleh pihak konsultan dari CV.KARYA MUDA KONSULTAN, diduga kuat terdapat kelebihan volume pada beberapa item pekerjaan dan perhitungan volume sewa peralatan yang berlebihan, dan juga kurang telitinya pihak konsultan dalam memperhitungkan beberapa matrial yang akan digunakan dalam pekerjaan, sehingga dapat berpontisi menimbulkan kerugian keuangan Negara.

Hal ini diduga akibat kelalaian pihak konsultan yang tidak menilai serta mengukur dan memperhitungkan volume pekerjaan dengan benar, serta memperhitungkan dengan tepat volume dari bahan-bahan matrial yang akan dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi tersebut.

Dari data dan informasi yang berhasil dikumpulkan etalaseinfo.com dilapangan diduga beberapa kegitan pekerjaan yang perhitungan volume didalam RAB sangat jauh berbeda saat pelaksanaan pekerjaan fisik yaitu, didalam RAB volume pekerjaan pada perbaikan rabat beton sebanyak 484,80 M2, sedangkan dalam pekerjaan yang dilakukan pihak pelaksanaa kontruksi sendiri sekitar 15 sampai 20 M2,  begitu juga yang terjadi dengan volume pada pekerjaan plafon, dalam RAB volume pekerjaan Plafon PVC + Rangka Hoilo Galfani (flat) sebanyak 1.374,80 M2 dengan analisa pekerjaan dalam 1 M2  pekerjaan pemasangan Plafon PVC Board, Tebal 8 MM + Ranggka Besi Hollo bahan-bahan yang digunakan yaitu,  Hollo Galvanis 4/4 sebanyak 0,42 batang, Hollo Galvanis 2/4 sebanyak 0,15 batang, PVC Board sebanya 1,5 lembar, dan paku skrup 1CM – 2,5 CM sebanyak 25 buah.  Jadi kalau volume pekerjaanya 1.374,80 M2, maka bahan yang dihabiskan  yaitu Hollo Galvanis 4/4 sebanyak 577, 41 batang, Hollo Galvanis 2/4 sebanyak 206,22 batang, dan , PVC Board sebanyak 2062,2 lembar, sedangkan dalam gambar pekerjaan pihak pelaksana kontruksi hanya mmbongkar gipsung sedangkan trap pada plafon tidak ada perubahan, diduga pihak pelaksana dalam pekerjaan pelafon hanya mengganti gipsung dengan PVC Board hollo kerangka plapon tetap menggunakan yang lama hanya menambah penjepit PVC boardnya saja.

Potensi kerugian negara diduga juga terjadi pada pekerjaan instalasi listrik sebanyak 103 titik, dalam pekerjaan pihak rekanan seharusnya membongkar instalasi lama dan menggantikan dengan yang baru, artinya matrial – matrial seperti kabel, lampu, saklar dan asesoris lainya yang lama dalam pekerjaan elektrikal tersebut diganti dengan yang baru, akan tetapi pihak rekanan diduga melakukan instalasi masih menggunakan kabel yang lama dan hanya menambah kabel beberapa meter saja.

Begitu juga dengan pekerjaan pembuatan partisi sekat ruangan, diduga pihak rekanan tidak memakai pondasi batu hitam, pihak rekanan hanya menggunakan cor balok sloff saja, sedangkan dalam RAB dan gambar sudah jelas pihak rekanan harus menggunakan batuhitam untuk pondasi dan cor balok sloff.

Dalam pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan pihak rekanan diduga tidak sesuai dengan RAB dan spesifik gambar pekerjaan, dalam pekerjaan Renofasi plafon dan pembuatan partisi pada gedung Badan Diklat pada tahun anggaran 2017 yang menelan biaya Rp 900 juta rupiah tersebut, keuangan Negara mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Menurut pengamat hukum Porovinsi Lampung Wanda dalam menanggapi pemberitaan yang ada dimedia etalaseinfo.com terkait indikasi kebocoran anggaran dalam pekerjaan Renofasi Pelafon dan pembuatan partisi pada gedung Badan Diklat oleh Dinas PUPR tahun anggaran 2017 mengatakan,  Pekerjaan yang dilakukan CV TUJUH SAUDARA pada pekerjaan Renofasi Pelafon dan pembuatan partisi pada gedung Badan Diklat merupakan salah satu tindakan melawan hukum karna menurutnya tindakan yang dilakukan pihak rekanan tersebut perbuatan yang dengan sengaja dilakukan untuk mengurangi volume pekerjaan yang tujuannya untuk mencari keuntungan perusahaan yang tidak semestinya.

Informasi dalam berita ini dapat menjadi dasar bagi aparat penega hukum untuk melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan tindakpidana korupsi pada pekerjaan Renofasi Pelafon dan Pembuatan Partisi Gedung Badan Diklat yang dilaksanakan oleh Dinas PUPUR Kabupaten Tulangbawang, sehingga apabila adanya kerugian kauangan Negara yang ditimbulkan dalam pekerjaan tersebut dapat dikembalikan kenegara, Ujar Wanda. (Angga-Jun)