Apa Kopi Baik untuk Ibu Hamil? Begini Penjelasannya

Kopi Untuk Ibu Hamil 3

Jakarta – Banyak orang tak bisa meninggalkan kebiasaan minum kopi. Tapi, apakah kopi baik untuk ibu hamil? Begini penjelasannya!

Kopi merupakan minuman mengandung kafein dengan aroma dan rasa yang nikmat. Walaupun pahit, tapi penggemar kopi sangat menyukainya. Bahkan ada yang merasa tak lengkap kalau tidak meminum kopi dalam sehari.

Lalu, bagaimana untuk penggemar kopi yang sedang hamil? Banyak mitos tersebar soal kopi yang tidak baik jika dikonsumsi ibu hamil. Tapi, apakah benar ?

Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, detikFood telah merangkumnya. Dilansir dari What to Expect (6/5), ada penjelasan mengenai apakah ibu hamil aman minum kopi, lalu jumlah kafein yang aman dikonsumsi, hingga manfaat kafein untuk ibu hamil.

Berikut fakta seputar minum kopi untuk ibu hamil:

1. Apakah Kopi Baik untuk Ibu Hamil?

Kopi dikenal dengan kandungan kafeinnya yang tinggi. Biasanya dikonsumsi oleh penikmatnya untuk membangkitkan semangat. Tapi apakah kopi baik untuk ibu hamil?

Dulu banyak disebut wanita hamil tidak boleh minum kopi dan minuman berkafein lainnya. Karena kafein dapat menimbulkan gejala kecemasan, insomnia, hingga detak jantung yang kencang. Hal ini dikhawatirkan berbahaya untuk ibu hamil.

Dilansir dari What to Expect (6/5), kini banyak anggapan yang menyebut ibu hamil bisa mengonsumsi kopi. Hanya saja tidak boleh berlebihan dalam mengonsumsinya, misal saat memang ingin benar-benar minum kopi saja.

2. Berapa Jumlah Kafein yang Aman Dikonsumsi Ibu Hamil?

Sebenarnya tak hanya kopi yang tidak boleh dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil, tapi juga jenis minuman berkafein yang lainnya. Harus ada batasan untuk mengonsumsinya agar tak berbahaya untuk kesehatan ibu dan janin yang tengah dikandung.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kandungan kafein yang aman dikonsumsi ibu hamil adalah 200 miligram atau 0,2 gram saja. Jadi, kopi yang bisa dikonsumsi ibu hamil 1 cangkir (237 ml). Seperti dilansir dari Mayo Clinic, dalam secangkir kopi tersebut bisa menghasilkan kafein sebanyak 95-200 miligram.

Karena jika lebih dari itu, dikhawatirkan membahayakan kesehatan ibu dan janin. Bahkan dapat meningkatkan risiko keguguran. Hal ini terkait jumlah kafein yang terlalu banyak dapat menembus plasenta.

Tak hanya kopi saja yang kafeinnya harus ditakar, jenis minuman berkafein lainnya juga harus diperhatikan. Seperti teh tubruk yang mengandung 137 miligram dan energy drink sebanyak 100 miligram kafein.

3. Dampak Kafein ke Ibu Hamil

Seperti diungkap What to Expect, banyak ahli dan dokter menyebutkan kalau kafein dapat menembus plasenta. Dampak terparahnya meningkatkan risiko keguguran janin.

Bagaimana jika ibu hamil tetap minum kopi? Kopi yang bersifat diuretik ini akan membuat ibu hamil sering buang air kecil.

Itu mengapa mengonsumsi kopi harus dikurangi ibu hamil. Apalagi jika usia janinnya sudah besar, karena kemungkinan terjatuh di kamar mandi bisa lebih besar. Rasa cemas dan juga gugup juga akan tetap dirasakan ibu hamil yang masih mengonsumsi kopi.

4. Manfaat Kafein untuk Ibu Hamil

Minuman alami yang mengandung kafein seperti kopi dan teh mengandung zat antioksidan. Zat itu bermanfaat meningkatkan imunitas tubuh. Kafein juga dapat meningkatkan energi dan kewaspadaan seseorang.

Tapi, apa kafein tersebut dapat memberikan manfaat untuk ibu hamil? Dilansir dari What to Expect (6/5), kafein tidak menunjukkan bukti kalau memiliki manfaat khusus selama kehamilan. Padahal sebelumnya kafein terbukti dapat memberikan dorongan semangat.

Kalau merasa lelah dan membutuhkan dorongan semangat, ibu hamil bisa membuat kopi. Jangan terlalu banyak, cukup 1 cangkir saja dan harus tetap memperhatikan kadar kafeinnya.

5. Tips untuk Mengurangi Kafein Selama Kehamilan

Satu lagi fakta seputar kopi untuk ibu hamil yang harus diperhatikan. Berupa tips untuk mengurangi asupan kafein selama kehamilan, terutama untuk ibu hamil yang memang dari dulu penggemar kopi.

Situs What to Expect mengungkap tips untuk mengurangi keinginan akan kafein. Seperti beralih ke minuman kopi tanpa kafein. Walaupun tanpa kafein, kopi tersebut tetap punya rasa yang enak.

Lalu jika Anda terlalu sering minum minuman berkarbonasi, bisa beralih ke infused water yang rasanya tetap menyegarkan. Untuk meningkatkan energi, bisa mengonsumsi camilan karbohidrat kompleks dan protein. Pastikan juga olahraga teratur dan memperhatikan kualitas tidur. (Dtk)

Share