APBD Perubahan 2020 Tubaba Defisit Rp109,6 Miliar

Apbd Perubahan 2020 Tubaba Defisit Rp109 6 Miliar

Bupati Tubaba Umar Ahmad menyampaikan hasil pembahasan KUA-PPAS APBD-P 2020 kepada wartawan.

Panaaragan – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) bersama DPRD setempat menyepakati APBD Perubahan 2020 akan mengalami defisit Rp109,6 miliar dengan asumsi pendapatan daerah Rp846,1 miliar dan belanja daerah Rp955,7 miliar. Nota kesepakatan KUA-PPAS APBD Perubahan 2020 ditandatangani Bupati Umar Ahmad dan Ketua DPRD Ponco Nugroho dalam sidang paripurna di DPRD setempat, Rabu, 26 Agustus 2020.

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Tubaba, Muammil mengatakan berdasarkan hasil pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD dan Panitia Anggaran pemkab disepakati pendapatan ditetapkan Rp846,1 miliar dan
belanja daerah Rp955,7 miliar dengan surplus/defisit Rp109,6 miliar.

Sedangkan pembiayaan daerah disepakati untuk penerimaan Rp122,4 miliar dan pengeluaran Rp12,8 miliar serta pembiayaan neto Rp109,6 miliar. “Pembahasan KUA-PPAS ini dilakukan dari 19 hingga 25 Agustus 2020,” ujarnya.

Dia menjelaskan berdasarkan hasil pembahasan pendapatan daerah sebelum pembahasan Rp988,6 miliar dan setelah pembahasan menjadi Rp846,1 miliar atau berkurang Rp142,4 miliar.

Untuk pendapatan asli daerah (PAD) sebelum perubahan Rp37 miliar menjadi Rp39,8 miliar atau bertambah Rp2,7 miliar. Sedangkan dana perimbangan sebelum pembahasan Rp742,3 miliar menjadi Rp627,9 miliar atau berkurang Rp114,4 miliar.

Selanjutnya, lain-lain pendapatan yang sah sebelum perubahan Rp209,1 miliar menjadi Rp178,3 miliar atau berkurang Rp30,8 miliar. Sedangkan belanja daerah sebelum perubahan Rp1,7 triliun menjadi Rp955,7 miliar atu berkurang Rp118,8 miliar.

Seterusnya, belanja tidak langsung sebelum perubahan Rp497,6 miliar menjadi Rp493 miliar atau berkurang Rp4,6 miliar. Untuk belanja langsung sebelum perubahan Rp576,9 miliar menjadi Rp462,7 miliar atau berkurang Rp114,2 miliar.

“Untuk surplus sebelum perubahan Rp86 miliar dan setelah perubahan menjadi Rp109,6 miliar atau bertambah Rp23,6 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Umar Ahmad mengatakan dalam APBD Perubahan 2020, pemkab terpaksa banyak melakukan penataan ulang terhadap semua kegiatan dalam APBD murni 2020. Penataan ini dilakukan karena rencana pendapatan terjadi perubahan setelah Pemerintah Pusat memfokuskan kegiatan untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Pendapatan daerah kita berkurang Rp142,4 miliar. Hal ini berimbas terhadap kegiatan pembangunan yang sudah direncanakan, makanya banyak kegiatan batal dilakukan,” katanya. (LP)

Share