APBD Perubahan 2020 Tubaba Disetujui Enam Fraksi DPRD

Enam Fraksi Dprd Tubaba Setujui Apbd Perubahan 2020

Wakil Bupati Tulangbawang Barat Fauzi Hasan memberikan keterangan pers terkait pengesahan RAPBD Perubahan. 

Panaragan – Enam fraksi di DPRD Tulangbawang Barat (Tubaba) menyatakan sepakat menyetujui pengesahan RAPBD Perubahan 2020 menjadi Perda APBD Perubahan 2020. Persetujuan tersebut disepakati dalam sidang paripurna DPRD setempat, Kamis 17 September 2020.

Meskipun demikian, dewan tetap memberikan catatan agar pengunaan anggaran dapat dilakukan secara efektif dan efisien serta dilaksanakan secara maksimal sesuai kebutuhan dan keiginan masyarakat.

Tujuh fraksi yang menyetujui pengesahan APBD Perubahan 2020 tersebut yakni Fraksi PDIP, Demokrat, NasDem, Gerindra, Amanat Kebangsaan, dan Hanura Parindo.

“Semua fraksi di DPRD Tubaba sepakat menyetujui pengesahan APBD Perubahan 2020,” ujar Juru bicara Badan Anggaran DPRD setempat, Muammil.

Bupati Tubaba Umar Ahmad melalui wakil bupati Fauzi Hasan mengatakan, berdasarkan kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020, Pendapatan Asli Daerah sebelum perubahan sebesar Rp37 miliar, kemudian mengalami penambahan sebesar Rp4,5 miliar menjadi Rp41,6 miliar.

“Penambahan PAD ini berasal dari penambahan Pajak Daerah, dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan serta rasionalisasi Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah,” ujar Fauzi.

Untuk Dana perimbangan kata dia, pada perubahan APBD ini juga mengalami perubahan yaitu pengurangan sebesar Rp114,4 miliar. Dimana sebelum perubahan sebesar Rp742,3 miliar menjadi Rp627,9 miliar.

Pengurangan Dana Perimbangan ini merupakan pengurangan dari Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak. Serta Lain-lain pendapatan daerah lanjutnya, sebelum perubahan sebesar Rp209,1 miliar mengalami pengurangan sebesar Rp30,8 miliar menjadi Rp178,3 miliar.

“Dengan demikian secara keseluruhan pendapatan daerah mengalami pengurangan sebesar Rp140,6 miliar dari sebelum perubahan sebesar Rp988,6 miliar menjadi Rp847,9 miliar,” jelasnya.

Untuk belanja daerah, lanjutnya, juga dilakukan penataan belanja daerah sebesar Rp117,1 miliar atau terjadi penurunan dari Belanja Daerah sebelum Perubahan yaitu sebesar Rp1 triliun sehingga total belanja secara keseluruhan pada Perubahan APBD 2020 menjadi Rp957,4 miliar.

Perubahan Belanja tersebut kata dia, dilakukan dengan menata dan mengurangi belanja tidak langsung yang semula sebesar Rp497,6 miliar menjadi Rp493 miliar atau mengalami penurunan sebesar Rp4,6 miliar. Dan untuk Belanja Langsung juga mengalami perubahan menjadi Rp464,3 miliardari sebelumnya Rp576,9 miliar atau mengalami pengurangan sebesar Rp112,5 miliar.

“Intinya, APBD Perubahan 2020 ini hanya melakukan penataan, karena banyak pendapatan yang tidak tercapai akibat pademi covid-19,” kata dia.

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung ketua DPRD setempat, Ponco Nugroho, dengan didampingi wakil ketua I, Busroni dan wakil ketua II, Joko Kuncoro serta dihadiri wakil bupati, Fauzi Hasan, Plh. Sekkab Novriwan Jaya dan sejumlah pejabat eselon II dan III di pemkab setempat. (LP)

Share