Arus Penumpang dari Merak ke Bakauheni Naik

Arus Penumpang Dari Merak Ke Bakauheni Naik

Arus kendaraan pribadi memadati Pelabuhan Merak saat libur panjang akhir pekan Tahun baru islam 1442 Hijriah, Jumat malam, 21 Agustus 2020. 

Kalianda – Otoritas penyeberangan Selat Sunda mencatat selama libur kemerdekaan RI dan tahun baru Islam, penumpang pejalan kaki dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni mencapai 227.753 orang. Jumlah ini naik 1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 227.753 orang.

Kemudian diikuti kendaraan roda dua sebanyak 11.744 unit atau naik 12 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 10.454 unit. Untuk kendaraan roda empat pribadi mencapai 27.216 unit atau naik 26 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 21.615 unit.

Sedangkan kendaraan logistik 17.666 unit, turun 6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 18.845 unit. Sementara dari arah Pelabuhan Bakauheni ke Merak diprediksi puncak arus balik libur panjang pecan ini terjadi pada Minggu besok, 23 Agustus 2020.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, trafik penumpang dan kendaraan periode libur panjang Hari Kemerdekaan dan Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu, terhitung mulai 14-20 Agustus 2020.

“Jumlah pengguna jasa yang naik ferry dengan kendaraan roda empat pribadi terus meningkat. Sejak libur Idul Adha, kenaikan kendraan pribadi dari Merak ke Bakauheni diatas 25 persen. Ini luar biasa. Akses tol Trans Jawa dan Sumatera yang semakin memperpendek waktu tempuh memang menjadi magnet tersendiri bagi pengguna jasa,” ungkap Shelvy Arifin kepada lompost.co, Sabtu, 22 Agustus 2020.

ASDP, ujarnya, akan terus berupaya menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin mudah, aman dan nyaman bagi pengguna jasa mulai dari pembelian tiket, perjalanan di kapal hingga tiba di pelabuhan tujuan khususnya pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, ASDP memastikan tetap menerapkan protokol kesehatan dan keamanan bagi pengguna secara ketat di pelabuhan dan kapal.

“Protokol kesehatan wajib diterapkan, mulai dari melakukan desinfektan ruang publik dan kapal, pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan physical distancing saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, penyediaan wastafel dan hand sanitizer serta pembatasan muatan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal,” pungkasnya. (LP)

Share