Batalyon Infanteri 7 Marinir Bubarkan Pendemo Di Slipi Dengan Persuasif

0
1302

Jakarta, etalaseinfo.com – Sebanyak satu SSY (Satuan Setingkat Batalyon) dari SSY 10 Korps Marinir Sebanyak 300 personil dari Batalyon Infanteri 7 Marinir Ketapang,kecamatan Teluk Pandan ,Pesawaran, Lampung yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir Letkol Mar Kanang Budi Raharjo, M.Tr (Hanla) membubarkan masa pendemo dengan cara Persuasif di Jalan Katamso Slipi Jakarta Barat Rabu 22/05/2019.

Peristiwa kerusuhan ini di mulai sejak pukul 09.00 WIB, kerusuhan ini disebabkan oleh tidak puasnya hasil penghitungan Pilpers (Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden) yang telah ditetapkan oleh KPU, situasi di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat berangsur kondusif dari serangan perusuh, Kamis (23/05/2019) dini hari. Massa serentak mundur perlahan hingga keadaan membaik.

Pembubaran masa dilakukan dengan Persuasif dan dialog dengan masa yang telah dilakukan aparat keamanan Khususnya dilakukan lansung oleh Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir.

Dalam dialognya Komandan Batalion Infanteri 7 Marinir, Letkol Mar Kanang Budi Raharjo, M.Tr (Hanla) yang hanya di dampingi lima anggota lainnya sempat bertemu dengan tokoh agama setempat dan melakukan dialog secara persuasif.

Ketika itu situasi para perusuh masih dalam keadaan tensi yang cukup tinggi dan panas, Mereka masih ingin melakukan serangan kepada para personel Polri. Dalam keadaan itu pula Personil yang lainnya turun dan menemui massa.

Komandan SSY 10 Korps Marinir menyampaikan Saya tidak melihat ada suatu urgensi yang harus dibela massa Maka saya ajak mereka berbicara,
anggotanya dari SSY 10 Korps Marinir sudah berhadapan dengan lansung dengan ratusan massa, Ada kepercayaan diri ketika mendatangi mereka,sayaberanggapan pihak masa bukanlah lawan, melainkan kawan.

Dari dialog tersebut, saya mengetahui bahwa warga sebenarnya tidak ingin ada bentrokan, Mereka hanya geram dengan cara aparat kepolisian membubarkan mereka, Justru mereka ingin dialog dan cara-cara persuasif didahulukan bukan dengan cara kekerasan yang didahulukan.

Ketika saya mendatangi pendemo, saya tidak melihat senjata api maupun tajam di tangan mereka, Sebagian besar bertangan kosong.

Lima menit pertama, dialog saya dengan massa menjadi poin penting lantaran memberikan pandangan soal keamanan dan merasakan hal sama sebagai rakyat Indonesia. Selanjutnya mereka berdiskusi dengan pendemo lainya, setelah itu massa membubarkan diri secara tertip dan teratur.

Sekitar 10 menit, saya berlima tidak membawa apa-apa hanya menggunakan tangan kosong, Saya bertemu salah satu pendemo kalau dibilang ya koordinator nya. Lalu ditemani oleh tokoh masyarakat, akhirnya mereka mau membubarkan diri secara teratur dan tertip

Keadaan saat ini jalan menuju arah Petamburan dalam keadaan kondusif. Terlihat masih ada aparat dari kepolisian yang masih berjaga.

Bubarnya massa tentu tidak secara langsung Perlu dialog secara persuasif dilakukan aparat keamanan. Khususnya dilakukan personel TNI.(Edy/Jun)