Beras Adan Krayan yang Pulen dari Kalimantan Jadi Favorit Sultan Brunei!

Efcb40cb 6e3c 4db2 Ab77 E5d1ab3bc1d4

Jakarta – Dari kecamatan Krayan, Kalimantan Utara, ada beras adan yang terkenal sebagai beras organik berkualitas. Teksturnya pulen dan rasanya legit. Tak heran jadi favorit Sultan Brunei!

Membicarakan beras Indonesia, tak ada habisnya. Ada banyak jenis beras berkualitas yang bisa dibanggakan. Salah satu yang tersohor adalah beras adan krayan. Sesuai namanya, beras ini diambil dari padi yang tumbuh di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Beras adan krayan tergolong beras organik berkualitas. Dalam proses tanam hingga panen, beras ini tak tersentuh bahan kimia sedikitpun. Terdapat tiga jenis beras adan krayan yang diunggulkan yaitu putih, merah, dan hitam.

Dalam sejarahnya, beras ini sempat diklaim milik Malaysia lantaran lokasi Krayan yang memang sangat dekat ke Malaysia. Namun kini beras adan krayan telah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Republik Indonesia.

Seperti apa serba-serbi beras adan krayan? detikFood merangkum informasinya seperti berikut:

1. Padi hanya bisa tumbuh di Krayan

Yang menjadikan beras adan krayan istimewa adalah varietas padi penghasil beras adan hanya bisa tumbuh di tanah Krayan. Hal ini disampaikan Alex Balang, Ketua Komisi Ekowisata Forum Masyarakat Adat Dataran Tinggi Borneo (FORMADAT) seperti dikutip dari detikTravel (11/19).

Sebelumnya padi sudah coba ditanam di tempat lain, namun hasilnya nihil. Alex menjelaskan, “Dulunya ada penelitian yang mencoba menanam padi Krayan di luar wilayah Krayan, dan hasilnya gagal. Bisa tumbuh tapi padinya nggak berisi. Begitu juga sebaliknya, padi biasa bila ditanam di Krayan tidak akan tumbuh.”

Hal ini rupanya terkait jenis padi dan kandungan tanah yang ada di Krayan. Merupakan suatu anugerah dimana padi beras adan sangat cocok tumbuh di Krayan hingga menghasilkan beras organik berkualitas.

2. Panen satu kali dalam setahun
Beras adan krayan tak bisa sering dipanen, masa panennya hanya sekali dalam enam bulan. Setelah itu sawah dibiarkan diinjak-injak kerbau atau sapi.

“Nanti kerbau akan buang kotoran, dan langsung menjadi pupuk di sawah,” jelas Alex. Hal ini turut berkontribusi pada kesuburan tanah. Sebenarnya selain varietas padi ini, ada 36 jenis padi yang tumbuh di Krayan.

Hanya saja tak semua dikembangkan. “Jika dilihat yang paling menguntungkan atau menghasilkan adalah beras Adan yang tiga jenis itu, beras merah, putih dan hitam,” jelas Alex.

3. Cara menanam beras adan krayan

Cara menanam beras istimewa ini tak bisa asal-asalan. Semuanya perlu diatur, mulai dari cara menanam, jarak tanam, hingga lama penyemaian. Begitu juga dengan memberantas hamanya, dilakukan dengan bahan alami. Tidak ada bahan kimia walau pupuk ataupun obat hama,” jelas Alex.

Lalu untuk menggiling beras adan krayan juga tak sembarangan. Padi harus digiling dan tak boleh patah. Alex menjelaskan ada orang-orang khusus yang diberi pelatihan untuk menggiling padi dengan baik.

Menyoal produksinya, warga sekitar kini sudah mulai paham kalau beras dari daerah mereka adalah komoditas. Karenanya forum adat membentuk kelompok-kelompok tani untuk diberi pelatihan.

Dulu sebelum ada pelatihan, harga jual beras ini terbilang murah. Per kaleng ukuran 15 kg sekitar Rp 200.000, namun bagi petani yang sudah ikut pelatihan, mereka menjual harga beras 1 kaleng sekitar Rp 404.000.

4. Tekstur dan rasa beras adan krayan
Lantas seperti apa karakteristik beras adan krayan? Saat sudah jadi nasi, beras ini terkenal dengan teksturnya yang pulen, rasanya yang legit manis, dan aromatik.

Saking nikmatnya, Sultan Brunei Darussalam disebut-sebut sebagai penggemar berat beras adan krayan. Konon ia punya lumbung beras sendiri untuk menyimpan beras ini.

Selain Sultan Brunei, konsumen utama beras adan krayan adalah orang Malaysia. Hal ini tidak mengherankan sebab posisi geografis Krayan adalah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Beras ini bahkan sempat diakui oleh Malaysia dan dijual dengan merek Borneo Rice di sana.

5. Beras adan krayan sudah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis

Demi melindungi status beras adan krayan agar tak diakui negara lain, beras ini sudah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Dirjen Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) pada 9 Januari 2012.

Pengajuannya dibantu pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat itu. Prosesnya cukup panjang karena warga setempat perlu mendeskripsikan dulu beras adan krayan dengan lengkap, sekaligus membuat perkumpulan.

“Setelah proses ini terpenuhi, ahli-ahli sesuai bidang akan memeriksa langsung ke lapangan. Apakah produk yang diajukan ini benar-benar spesifik. Jika ya, barulah mendapat sertifikat IG,” jelas Parlagutan Lubis dari DJKI mengenai proses sertifikasi IG beras adan krayan pada detikFood di tahun 2016. (Dtk)

Share