Berkah, Satu Keluarga Mendapatkan Bantuan Subsidi Upah dari Pemerintah

Berkah Satu Keluarga Mendapatkan Bantuan Subsidi Upah Dari Pemerintah

Bandar Lampung – Raut bahagia terpancar pada keluarga Prambudi, keluarga kecil yang terdiri dari pasangan suami dan istri serta kedua anak ini sedang menikmati rezeki yang mungkin tidak semua keluarga dapat merasakannya.

Di tengah pandemi Covid-19, banyak warga yang mengeluh karena tak adanya penghasilan. Ada yang tidak ada penghasilan dari usaha yang sepi hingga diberhentikan dari pekerjaan akibat pengurangan karyawan. 

Namun, nikmat tiada tara dirasakan oleh Prambudi sekeluarga. Di tengah pandemi ini, bantuan dari pemerintah dari berbagai sektor turun dan dirasakan oleh dia.

Budi, yang merupakan pegawai di salah satu bengkel mobil ternama di Bandar Lampung mendapatkan angin segar karena telah mendapatkan bantuan untuk pekerja yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta. 

“Kemarin dapat bantuan Rp1,2 juta. Senang banget karena ya untuk tambah-tambah keperluan kelaurga,” kata Prambudi kepada Lampung Post, Minggu, 13 September 2020.

Budi mengaku bahwa bantuan pemerintah juga dirasakan oleh istri dan kedua anaknya. Istrinya yang juga seorang pegawai swasta merasakan kesenangan karena mendapatkan bantuan sebesar Rp1,2 juta.

“Istri saya kerja di salah satu minimarket. Dia juga dapat bantuan untuk pegawai swasta,” ungkapnya. 

Lelaki yang telah bekerja di bengkel selama 7 tahun itu sangat berterima kasih kepada pemerintah, karena telah memberikan bantuan yang sangat membantu keluarganya.

“Bantuan saya dan istri belum dipakai belanja atau sebagainya. Karena takut kalau sewaktu-waktu ada hal yang genting dan butuh uang banyak. Sengaja kami tabung uangnya,” ujarnya. 

Sembari menemani anaknya yang sekolah daring, ia mengatakan bantuan pemerintah lain juga dirasakan untuk kedua anaknya. Anaknya yang saat ini menempuh pendidikan menangah atas (SMA) dan menengah pertama (SMP) ini mendapat bantuan kuota dari masing-masing sekolah. Pihak sekolah juga mulai memberikan bantuan sejak awal Mei untuk para siswa untuk dapat mengakses internet. 

“Anak saya juga dapat bantuan kuota, selama belajar ini kan daring, jadi butuh kuota. Awalnya dari sekolah tapi sekarang beberapa provider udah kasih layanan kuota gratis, jadi kita diarahkan sekolah untuk menikmati fasilitas itu,” ungkapnya.

Keluarga yang beralamatkan di Jalan Nangka, Sepangjaya ini juga menikmati akses jaringan listrik 900 VA bersubsidi, sehingga rumahnya mendapatkan keringanan biaya bayar listrik sebesar 50%.

“Listrik di rumah kami tegangan 900 VA bersubsidi. Alhamdulillah ini juga listrik kami dapat keringanan 50%. Potongan ini sampai Desember denger dari berita-berita,” ceritanya sembari menunjukkan wajah bahagia. 

Ia mengatakan bahwa kesempatan ini sangat dimanfaatkan bagi keluarganya. Namun, meskipun mendapat potongan biaya listrik, ia menggunakan listrik dengan hati-hati. “Kami juga tetap berhemat pakai listrik, karena takut nanti setelah gak ada potongan jadi melonjak makanya harus mawas diri juga,” ujar dia. 

Ia mengatakan, semoga bantuan serupa juga dirasakan oleh masyarakat lain sehingga semua masyarakat Lampung sama-sama dapat merasakan bantuan pemerintah. (LP)

Share