Bupati Adipati Hadiri Pengesahan Warga Baru PSHT Ranting Way Tuba

Whatsapp Image 20200906 At 23

Way Kanan, etalaseinfo.com – Pencak Silat merupakan seni beladiri warisan para leluhur Nusantara yang tersebar di banyak daerah di Nusantara genap dengan kekhasnya dongeng dan kisah nyata para pendekarnya. Seiring berjalannya waktu, keberadaan seni Pencak Silat ini mulai kurangn diminati, terutama generasi muda. Padahal di dalam Pencak Silat tersirat nilai-nilai luhur tentang kehidupan yang patut terus diwariskan. Nilai tersirat yang semestinya terus disematkan dan terus melekat sepanjang hayat. Namun keberadaan seni Beladiri mulai ditinggalkan oleh generasi muda, lantaran generasi muda lebih tertarik dengan budaya luar, yang terkadang tidak sesuai dengan adat istiadat dan budaya kita, dimana hal tersebut merupakan ancaman bagi kaum muda di Negeri yang kita cintai ini. seperti makin maraknya minuman keras, penggunaan Narkoba oleh berbagai lapisan masyarakat, kekerasan serta kejahatan seksual yangn banyak melibatkan kaum muda, rendahnya rasa hormat kaum muda kepada orang tua, serta berbagai dampak situasi yang mengancam generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Bupati H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M saat menyampaikan sambutan pada Acara Pengesahan Warga Baru Persaudaraan Setia Hari Terate (PSHT) Ranting Way Tuba di Desa Ramsai Kecamatan Way Tuba, Minggu (06/09/2020) malam yang dihadiri oleh Ketua IPSI Kabupaten Way Kanan, Saipul, S.Sos.,M.IP, Ketua dan Pengurus Cabang dan Ranting PSHT Kabupaten Way Kanan, Pimpinan Kecamatan serta para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan para Pendekar PSHT Kecamatan Way Tuba.

Dengan adanya Organisasi PSHT Ranting Way Tuba, akan memberikan wadah bagi generasi muda untuk membekali diri yang sehat dan mempunyai keterampilan beladiri, yang pada akhirnya akan menjadi generasi muda yang tangguh untuk menapak di masa depan yang lebih baik.

“Kepada Warga Baru PSHT Ranting Way Tuba, Saya berpesan jangan mudah berpuas diri, teruslah belajar, sesuai dengan tujuan Organisasi PSHT, mendidik manusia berbudi dan mengajarkan beladiri Pencak Silat yang didalamnya terkandung unsur-unsur olahraga dan seni Beladiri, hingga pada akhirnya akan menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat dan Pemerintah”, ujar Bupati Adipati.

Selanjutnya, Bupati Warga Kehormatan Artileri Marinir itu juga menyampaikan bahwa selama kurun waktu Tahun 2016 hingga tahun 2020 Kabupaten Way Kanan telah meraih lebih dari 24 penghargaan sebagai indikator keberhasilan dalam pembangunan. Dimana keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Way Kanan. Dan di Tahun 2019 beberapa program unggulan yang dilaksanakan juga telah meraih sejumlah penghargaan seperti Bandara Gatot Soebroto yang telah diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI pada Tanggal 06 April 2019 lalu, Pengelolaan kebersihan dan lingkungan perkantoran yang diapresiasi dengan penghargaan Adipura Kategori Kota Kecil yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI pada Tanggal 14 Januari 2019, Keberhasilan  menjadi daerah yang telah 100 persen stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan, yang di ditandai dengan deklarasi Open Defection Free (ODF) Kabupaten Way Kanan sekaligius menyerahkan Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada 22 Maret 2019, Kabupaten yang meraih Peringkat Tertinggi Kabupaten Sehat Se-Indonesia “Swasti Saba Padapa” diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 19 Maret 2019, Menerima WTP untuk ke-10 kalinya serta Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Pratama  yang diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia di Kota Makasar Sulawesi Selatan pada tanggal 23 Juli 2019 lalu. 

“Dan untuk diketahui, bahwa Saya sedang mengajukan cuti sebagai Bupati, karena saya akan mengikuti Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Seusai Pemilu saya akan aktif lagi sebagai Bupati hingga 17 Februari 2021. Saya menyampaikan permohonan maaf bila masih banyak harapan masyarakat selama ini belum bisa terpenuhi. Mohon doanya dari Bapak-bapak, ibu-ibu sekalian, agar saya dapat menjalankan tugas sebagai Bupati Way Kanan lebih baik lagi dan dapat memenuhi harapan-harapan dari masyarakat di masa-masa mendatang”, tutup Bupati Adipati. (KMF)

Share