Butuh Komitmen Bersama Jalani Pilkada di Tengah Pandemi Sesuai Prokes

Butuh Komitmen Bersama Jalani Pilkada Di Tengah Pandemi Sesuai Prokes

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mengajak stakeholder untuk berkomitmen menjalankan tahapan, jadwal dan program pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentah tahun 2020 sesuai protokol kesehatan pencegahan covid-19. Pilkada berpotensi menjadi klaster baru penyebaran covid-19 karena banyak masa yang bergerak terorganisir.

Setelah pendaftaran pasangan calon pada 4-6 September 2020. Kedepan ada tahapan yang berpotensi terjadinya kerumuman masa kembali yakni ketika penetapan pasangan calon pada 23 September 2020, pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon pada 24 September 2020, kemudian masuk masa kampanye pada 26 September – 5 Desember 2020, lalu pencoblosan di TPS pada 9 Desember 2020. 

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan bahwa perlu kesadaran bersama untuk meretas dan memutus penularan covid-19. Ia mengatakan PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/Atau Walikota dan Wakil Walikota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sudah diatur.

“Kita satuan tugas bersma berbagai pihak mengawal hal ini. Instruksi Presiden, PKPU dan Peraturan Gubernur sudah ada. Seluruh perangkat harus mengawal ini,” kata Fahrizal di Kantor Gubernur Lampung, Senin, 7 September 2020.

Ia juga menyadari bahwa masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan. Ia menjelaskan bahwa memang ada satu sisi kejadian di masyarakat dan di sisi regulasi yang terkadang tumpul ketika diimplementasikan. Ia mengatakan regulasi sudah dibuat, tetapi tidak efektif bila tidak dilakukan sosialisasi, pengawasan dan sebagainya.

“Masih ada waktu untuk melakukan sosialisasi dan bekerjasama dengan KPU. Nanti kita juga undang KPU dan Bawaslu secara khusus, kedepan jangan ada arak-arakan atau pengumpulan masa dalam jumlah banyak. Takut ada klaster baru juga, Pak Gub juga telah mewarning. Kalau abai protokol kesehatan, klaster baru bsa saja terjadi di Pilkada,” kata Fahrizal yang pernah menjabat sebagai Sekretaris KPU Provinsi Lampung  dari Maret 2008 hingga September 2009 ini.  (LP)

Share