Curi HP di Palas, Satu Pelaku Dibekuk dan Dua DPO

Maling Hp Di Palas Satu Pelaku Dibekuk Dan Dua Dpo (1)

Anggota Polsek Palas, Lampung Selatan saat menunjukkan pelaku pencurian ponsel dan barang bukti di Mapolsek Palas, Jum’at (21/8/2020).

Kalianda – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Palas, Lampung Selatan, mengamankan seorang pelaku pencurian ponsel di Dusun Rejosari I, Rt/Rw 001/006, Desa Kalirejo, Kecamatan Palas, Jumat, 21 Agustus 2020. Sedangkan, dua orang pelaku lainnya masuk dalam pencarian orang (DPO). 

Pelaku yang diketahui AS (30) warga Desa Margajasa, Rt/Rw 004/002, Kecamatan Sragi itu diduga telah melakukan pencurian dengan pemberatan di rumah milik Dewi Sephia Kaliana Tantri (17).

Kapolsek Palas, Iptu M. Sariakip yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Palas Aiptu Suyitno mengatakan, pelaku diamankan berdasarkan laporan polisi nomor LP/B-589/VIII/2020/LPG/RES LAMSEL/SEK PALAS. Dimana, pelaku diamankan oleh pihak kepolisian karena diduga mencuri ponsel. 

“Kronologis kejadian bermula pada Jumat, 7 Agustus 2020, pelaku memasuki rumah korban dengan cara melewati jendela kemudian masuk ke kamar korban dan mengambil satu unit ponsel diatas tempat tidur korban. Pada saat pelaku hendak keluar diketahui ibu korban dengan menggunakan Kerudung warna Cream,” kata dia.

Menurutnya, pelaku berhasil diamankan oleh anggota kepolisian saat berada di Stadion Jati Kalianda bersama pacarnya. “Berdasarkan hasil penyelidikan dan Informasi dari masyarakat bahwa sedang di Stadion Jati Kalianda. Pelaku diamankan tanpa perlawanan,” kata dia. 

Berdasarkan hasil pengembangan, kata dia, pelaku melakukan aksi kejahatannya bersama dua rekannya, yakni AR (20) Desa Sukabakti dan ST (34) warga Desa Bangunan, Kecamatan Palas. Kemudian, RK yang merupakan penadah asal Kecamatan Bakauheni. 

“Kedua rekannya itu diketahui residivis pencurian dengan pemberatan. Kini kedua pelaku masih dalam pengejaran dan masuk DPO kita,” kata dia. 

Menurut Suyitno, pelaku diduga melanggar Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Adapun ancamannya kurungan maksimal selama tujuh tahun penjara. “Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan lebih dalam,” katanya. (LP)

Share