Dalam Debat Publik Perdana, Kandidat Calon Bupati Lamsel Adu Program

Para kandidat calon bupati pada Pilkada Lamsel 2020 adu program dalam debat publik perdana di NBR Kalianda, Senin malam, 26 Oktober 2020. 

Kalianda – Para kandidat calon bupati pada Pilkada Lampung Selatan 2020 saling beradu program dalam debat publik perdana yang diselenggarakan KPU Lamsel di Negeri Baru Resort Kalianda, Senin malam, 26 Oktober 2020. Para calon bupati Lamsel yang hadir dalam debat publik itu, yakni Nanang Ermanto merupakan paslon nomor urut satu; Tony Eka Chandra, paslon nomor urut dua; dan Hipni, paslon nomor urut tiga. 

Di depan tim kampanye masing-masing, KPU dam Bawaslu Lamsel serta disaksikan langsung oleh masyarakat melalui televisi lokal dan media sosial, mereka saling beradu program, memamerkan visi misi yang dibawa, serta saling menanggapi pertanyaan dan jawaban yang diberikan oleh panelis secara terbuka.

Debat publik yang dipandu oleh Juwendra Asdiansyah itu membawa tema meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah Lamsel. Masing-masing paslon mengutarakan program, tanggapan, dan upaya mereka dalam menangani masalah-masalah yang ada di kabupaten Lamsel ke depan. 

Seperti yang diungkapkan cabup Nanang Ermanto. Dia mengatakan untuk mengatasi angka kemiskinan di Lamsel bersama pasangannya Pandu Kesuma Dewansa akan melakukan efektivitas bantuan sosial yang selama ini sudah berjalan. 

“Bansos seperti program keluarga harapan (PKH) dan BPNT. Kemudian, bantuan bedah rumah tidak layak dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan,” kata dia. 

Kemudian, Cabup TEC mengatakan bersama cawabup Antoni Imam ke depan akan memberikan hibah langsung kepada masyarakat berupa UMKM. Dalam satu tahun akan diberikan Rp65 miliar untuk 260 desa/kelurahan.

“Ini akan kami laksanakan selama 4 tahun berturut-turut. Insya Allah ini akan menyejahterakan masyarakat, meningkat pertumbuhan ekonomi tinggi dan masyarakat Lamsel hingga berjaya,” kata dia. 

Sedangkan, cabup Hipni mengatakan bersama cawabup Melin Haryani Wiajaya ke depan akan memprioritaskan jalan menuju pusat perekonomian. Meski demikian, pengawasan terhadap pelaksanaan harus dilakukan ketat supaya mutu kualitas terjamin.

“Kemudian, bagaimana caranya PAD Lamsel meningkat tanpa membebankan masyarakat. Untuk itu, target PAD harus rasionalisasi, jangan sampai copy paste atau jangan sampai keinginan tidak sesuai dengan potensi yang ada. PAD bukan faktor yang utama harus dinaikkan, tapi bagaimana perekonomian mikro bergerak, PDRB naik, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat juga,” katanya. (LP)

Bagikan