Dampak Hujan Lebat di Lampung, Masyarakat Diminta Waspada

Sekretaris BPBD Provinsi Lampung, Indra Utama.

Bandar Lampung – Pemerintah Daerah di tingkat Provinsi patut mewaspadai dampak hujan lebat di wilayahnya. Apalagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimbau kepada Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung agar pemerintah serta masyarakat untuk meningkakan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung juga telah memberikan peringatan dini mengenai waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Pesawaran, Bandar Lampung, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Metro, Mesuji, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Pesisir Barat pada sore dan malam hari.

Apalagi ada potensi analisis dari potret data suhu permukaan laut di Pasifik, saat ini La Nina sudah teraktivasi di Pasifik Timur. Kondisi ini dapat memicu frekuensi dan curah hujan wilayah Indonesia pada bulan-bulan ke depan hingga April tahun depan jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Fenomena La Nina dapat berdampak pada anomali cuaca yang berujung pada bencana hidrometeorologi. 

Namun dampak tersebut sangat bergantung pada musim dan bulan, wilayah serta intensitasnya. La Nina dapat memicu curah hujan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal sehingga potensi banjir, banjir bandang dan tanah longsor kedepan perlu diwaspadai. Perlunya kewaspadaan terhadap kondisi hujan di atas normal pada Oktober dasarian I dan II. 

Sekretaris BPBD Provinsi Lampung, Indra Utama mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji-Sekampung, Balai Pelaksana Jalan Nasional, BMKG dan seluruh BPBD Kabupaten/Kota mengenai kesiap siagaan bencana. Kemudian juga ada Satgas dengan jumlah personil 30 orang, di Kabupaten/Kota ada Satgas 20-30 orang. Ditambah juga nanti ada Satpol PP, TNI/POLRI serta RAPI juga siap bersinergi. 

“Kalau hujan daerah Pesisir Lampung mulai Lampung Selatan sampai Pesisir Barat rawan, cuma yang paling rawan ialah Tanggamus, Lampung Barat, Pesisir Barat, Pesawaran yang sering longsor dan banjir bandang,” kata Indra Utama, Senin, 19 Oktober 2020.

Kemudian ia mengatakan untuk normalisasi sungai berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Ia juga akan melakukan penanaman pohon yang bisa menahan longsor seperti arahan dari BNPB Pusat yakni tanaman vetiver atau chrysophogon zizaionide yang bisa mencegah longsor dan banjir karena punya akar yang kuat di tebing-tebing sungai.

“Untuk anggaran BPBD Lampung cukup memadai ada sekitar Rp.4,2 miliar. Kemudian ada juga untuk Kabupaten/Kota dari bantuan pusat untuk dana hibah pasca bencana sekitar Rp.104 miliar anggaran 2019 yang pelaksanaanya tahun 2020,” katanya,” katanya. (LP)

Bagikan