Di Lamsel, Jumlah Suspect Covid-19 Bertambah 2 Orang

Kalianda – Jumlah suspect Covid-19 di Lampung Selatan bertambah dengan adanya dua kasus baru pada periode 18 Maret-16 Oktober 2020. Tambahan dua kasus membuat total kasus suspect Covid-19 menjadi enam orang, empat di antaranya kasus lama.

Hal ini berdasarkan data sumber Seksi Surveilans Imunisasi (SSI) Dinas Kesehatan Lampung Selatan pada Jumat malam, 16 Oktober 2020. Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Selatan, Jimmy Banggas Hutapea, mengatakan untuk kasus probable total satu orang dengan perincian kasus baru tidak ada dan kasus lama satu orang. Lalu, kasus konfirmasi positif Covid-19 tetap 97 orang (kasus lama) dan kasus baru tidak ada.
 
“Sementara, kasus kematian konfirmasi Covid-19 tetap tiga orang (kasus lama) dan kasus baru tidak ada. Pasien masih isolasi 15 orang dan selesai isolasi (kasus konfirmasi yang sembuh/negatif) 79 orang. Kemudian, discarded (bukan Covid-19) 883 orang,” katanya.

Jimmy menambahkan hasil rapid test 14 pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan nonreaktif. Lalu, dalam dua hari ini, ada 128 orang di Dinas Pendidikan Lamsel dilakukan rapid test dan hasil dua orang reaktif.

“Kedua orang yang hasil rapid test-nya reaktif belum dijadwalkan untuk pengambilan swab-nya karena tidak ada gejala. Jadi, cukup keduanya melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” ujarnya.

Rapid test terhadap pegawai di Kantor BPPRD dilakukan karena satu pegawainya berinisial H diduga terpapar Covid-19. Hal itu setelah istri H yang bekerja di Dinas Pendidikan setempat berinisial L dinyatakan positif Covid-19.

Hingga kini L dan H tengah menjalani isolasi di rumah sakit rujukan di Lampung Selatan. Namun, H belum dinyatakan positif Covid-19 karena hasil swab-nya belum keluar. 

Sementara, Plt Kepala Dinas Pendidikan Thomas Amirico mengatakan pegawainya berinisial L, seorang perempuan, yang dinyatakan positif Covid-19, sudah dua minggu tidak masuk kerja. Sehingga, tidak ada pegawai lainnya kontak erat dengan pasien.

“Saya sudah tanya para pegawai di Dinas Pendidikan satu per satu. Syukurnya tidak ada pernah kontak erat dengan L. Bahkan, tidak ada pegawai yang bergejala. Jadi, kemungkinan pegawai yang lain aman dan tidak terpapar Covid-19,” ujarnya. (LP)

Bagikan