Di Lamsel, Pasien Baru Covid-19 Bertambah Dua Orang

Kalianda – Kasus pasien konfirmasi positif Covid-19 di Lampung Selatan kembali bertambah dua orang pada periode Selasa, 6 Oktober 2020. Penamabahan dua pasien baru Covid-19 tersebut membuat total menjadi 86 orang.

Hal ini berdasarkan pers rillis yang dikirim Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Selatan Jimmy Banggas Hutapea, Selasa malam, 6 Oktober 2020. Menurut dia, penambahan dua pasien konfirmasi positif Covid-19 itu perinciannya pasien nomor 85 seorang laki-laki berusia 27 tahun merupakan salesman perusahaan swasta dengan wilayah kerja di Lampung.

“Pada 25 September 2020 yang bersangkutan timbul gejala batuk dan demam sejak tiga hari. Lalu, berobat ke politeknik rumah sakit swasta di Lampung Selatan. Kemudian, pada 29 September 2020 dilakukan perawatan di rumah sakit tersebut dan pada 2 Oktober 2020 dilakukan pengambilan¬†swab¬†dengan hasil terkonfirmasi positif Covid-19 pada 5 Oktober 2020. Kondisinya saat ini bergejala dan tengah menjalani isolasi di rumah sakit swasta di Lamsel,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan itu mengatakan pasien nomor 86 seorang perempuan berusia 52 tahun punya riwayat perjalanan luar daerah. Pada 1 September 2020 timbul gejala batuk, demam, lemas, dan muntah.

Selanjutnya, yang bersangkutan berobat ke rumah sakit swasta di Bandar Lampung. Lalu, dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil reaktif. Kemudian, dilakukan pemeriksaan swab pada 3 Oktober 2020 dan pada 5 Oktober 2020 dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pasien nomor 86 memiliki penyakit penyerta berupa hipertensi. Kondisinya saat ini bergejala dan tengah menjalani isolasi di rumah sakit swasta di Bandar Lampung,” katanya.

Jimmy menambahkan pada periode 6 Oktober 2020 terdapat penambahan satu pasien konfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia. Pasien tersebut yaitu pasien nomor 81 seorang perempuan berinisial S (61), warga Kecamatan Natar.

“Pasien nomor 81 terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia punya riwayat penyakit penyerta berupa hipertensi dan diabetes melitus. Pasien tersebut sudah dilakukan pemulasaraan jenazah dengan protokol kesehatan,” ujarnya. (LP)

Bagikan