Dibuang Antonio Conte, Dibenci Tifosi, Kisah Pahit Mauro Icardi Di Inter Milan

0
3

Milan, etalaseinfo.com – Perasaan hancur, pahit dan saling menyalahkan. Begitulah getirnya sebuah perpisahan. Termasuk perpisahan dalam sepakbola.

Mantan presiden Inter Milan Massimo Moratti masih ingat betul, bagaimana rasanya ditinggal orang tersayang. Ia merasa sangat emosional ketika Ronaldo memutuskan hengkang ke Real Madrid pada 2002. 

Moratti, seperti kebanyakan loyalis I Nerazzurri lainnya, merasa dikhianati. Padahal, mereka selalu berada di belakang pemain Brasil itu selama dihantam rentetan cedera di tiga musim sebelumnya. 

Tapi setelah kembali pulih untuk membawa Brasil menyabet Pial Dunia, Ronaldo dengan mudahnya melupakan kesetiaan Inter. Ia memilih angkat kaki dan pindah ke Madrid. Yang lebih menyakitkan, bukan dia sendiri yang mengatakan langsung kepada Moratti perihal keinginannya pergi. Justru agennya yang menyampaikan kabar ini, dan tentu membuat Moratti shock berat. 

“Saya belum mendengar dari Ronaldo; deklarasi ini datang dari pihak ketiga. Sampai saya bicara kepada Ronaldo, saya tak percaya ini,” tutur si pemilik Nerazzurri ketika itu. 

Lalu, apa yang terjadi ketika Ronaldo akhirnya mempublikasikan keinginannya pindah? Moratti murka. 

“Kalian ingin tahu bagaimana kisah ini akan berakhir?” ucapnya kepada Gazzetta dello Sport. “Ronaldo bakal main satu tahun lagi untuk kami, bertentangan dengan keinginannya, dan kemudian ia pergi entah kami juara atau tidak. Lihat saja!” 

Ronaldo pun meninggalkan Inter di hari terakhir bursa transfer musim panas 2002 — dan tak pernah kembali. Hubungannya yang kurang harmonis dengan Hector Cuper digadang-gadang menjadi penyebab ketidakbahagiaannya di Milan. 

“Dengan dia [Cuper], tidak ada perasaan apa pun, saya tak bisa bekerja dengannya. Ia tak bisa memberikan tim ini mental juara,” terang Ronaldo kepada Corriere della Sera. 

Namun, Ronaldo juga diselimuti penyesalan. Ia sadar telah membuat kesalahan ketika mengultimatum Moratti soal Cuper. 

“Ketika saya meminta dia mendepak Cuper atau berisiko kehilangan saya, Moratti memilih Cuper. Itu sebabnya saya tak akan melakukan itu lagi,” jelas striker nyentrik ini. 

“Saya mencoba menyampaikan maksud saya dengan cara lain.” 

Situasi ini meninggalkan luka mendalam bagi Moratti. Ia sangat sakit hati dan butuh bertahun-tahun sampai mereka berbaikan. 

Kini, kisah semrawut antara Inter dan pemain kembali terulang. Kali ini Mauro Icardi yang bikin Inter beserta fans mereka geram. 

Hubungan dengan sang pemain sebenarnya sudah lama tegang — dalam otobiografi Icardi ‘Sempre Avanti’ ia membuat marah fans garis keras Inter, yang menjulukinya “omong kosong” karena berselisih dengan suporter usai kekalahan di Sassuolo pada 2015. Puncaknya adalah ketika klub tiba-tiba mencopot ban kaptennya pada 13 Februari tahun ini. 

Nerazzurri tak pernah secara gamblang menjelaskan alasan mereka terkait pencopotan ban kapten Icardi. Tapi sejumlah media meyakini, itu gara-gara istri sekaligus agennya, Wanda, mengkritik beberapa rekan setim suaminya di televisi. 

Setelah menolak membela Inter di Liga Europa versus Rapid Vienna pada 14 Februri, Icardi menghabiskan tujuh pekan berikutnya di “ruang perawatan” karena “cedera lutut”. Ia kemudian kembali ke lapangan para April, 53 hari setelah penampilan terakhirnya, dan menandai comeback dengan gol serta assist kontra Genoa. 

Apakah itu pertanda hubungan Icardi dan Inter membaik? Ternyata tidak. 

Hal ini dikonfirmasi pekan lalu ketika direktur olahraga Beppe Marotta dan pelatih anyar Antonio Conte mengatakan pemain Argentina itu tidak masuk rencana mereka. 

“Kami siap bernegosiasi dengan siapa pun yang mau membeli Icardi,” tegas Marotta. 

Sementara itu Conte mengungkapkan, keputusan membuang Icardi sudah terjadi sebelum kedatangannya. 

“Klub punya cukup waktu untuk mengevaluasi situasi ini. Semua yang saya lakukan kembali pada visi klub. Pelatih dan klub harus bekerja sebagai satu kesatuan dan kami bersatu untuk hal ini.” 

Itu artinya, tak ada jalan kembali untuk Icardi ke Inter. Sebuah kisah memilukan untuk kapten I Nerazzurri. Terlepas dari kontroversi di luar lapangan, ia adalah bintang Inter selama beberapa tahun. Tapi memang harus diakui, situasi ini tidak ditangani dengan baik oleh Maurito dan Wanda. Istri Icardi malah kembali memojokkan kubu Inter melalui akun Instagram-nya. 

Dan, Inter sepertinya sudah hilang kesabaran. 

Atletico Madrid disebut tertarik mendapatkan jasanya, namun pemain Argentina ini tak mau meninggalkan Italia, lantaran istrinya bakal memperbarui kontrak dengan acara TV Tiki Taka. 

Peluang bertahan di Italia ada, ketika Maurizio Sarri butuh pencetak gol jitu di Serie A untuk memulai kariernya di Juventus. Tapi masalahnya Juve harus menemukan rumah baru dulu untuk Mario Mandzukic dan Gonzalo Higuain untuk memberikan ruang kepada penyerang, yang seharusnya bisa diakuisisi sejak tahun lalu andai Cristiano Ronaldo tidak tersedia. 

Bos Napoli Carlo Ancelotti juga melantunkan ketertarikan, tapi I Partenopeisepertinya fokus merampungkan transfer rumit dengan Real Madrid untuk James Rodriguez. Belum lagi, persoalan presiden Aurelio De Laurentiis yang kapok duduk semeja dengan Icardi dan istrinya. 

“Saya bertemu Wanda tiga tahun lalu dan tak mau bertemu dengannya lagi,” cetus De Laurentiis kepada Radio Kiss Kiss. 

“Pertemuan itu sudah cukup, juga karena Icardi tidak menjadi kebutuhan Napoli saat ini.” 

Kini, nasib Icardi masih terkatung-katung. Ia jelas tak masuk rencana Inter, setelah tak ikut persiapan pramusim dan dipulangkan ke Milan untuk berlatih sendiri. 

Jadi apakah ini akan menjadi kisah perceraian memilukan antara Inter dan Icardi?  (Goal)