Diet Kopi Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini Penjelasannya

Jakarta – Kopi bukan hanya bisa bikin melek, tapi ternyata bisa membantu menurunkan berat badan. Diet kopi bahkan populer di kalangan pelaku hidup sehat.

Banyak orang sudah paham manfaat konsumsi kopi secara rutin dalam porsi ideal. Kandungan kafein dalam kopi membantu menjaga kesehatan otak, mencegah diabetes dan juga mencegah kanker.

Di samping itu, kopi ternyata juga bisa diandalkan untuk mempercepat penurunan berat badan. Dilansir dari Healthline (5/10) metode diet kopi ini diperkenalkan oleh Dr. Bob Arnot yang menyebut tren diet kopi ini “The Coffee Lover’s Diet”. Metode diet ini juga ditulis secara gamblang dalam buku Dr. Arnot.

Beberapa orang mengaku berhasil menurunkan berat badan dalam waktu singkat hanya dengan mengikuti diet ini. Namun sama halnya dengan tren diet lain yang tak luput dari berbagai kelemahan.

Berikut penjelasan diet kopi yang diklaim bisa turunkan berat badan dengan cepat.

1. Dipopulerkan oleh Dr. Bob Arnot

Diet kopi dipopulerkan oleh Dr. Bob Arnot. Dalam bukunya, Dr. Arnot mengklaim bahwa minum kopi beberapa kali sehari dapat meningkatkan metabolisme, membakar lebih banyak lemak, memblokir penyerapan kalori, dan menurunkan nafsu makan.

Dia terinspirasi untuk menulis buku tersebut setelah mempelajari orang-orang yang tinggal di pulau kecil di Ikaria, Yunani yang memiliki populasi besar lansia dalam keadaan sehat. Dr. Arnot percaya rahasia kesehatan dan umur panjang orang-orang tua di Ikaira adalah hasil dari asupan tinggi kopi yang kaya antioksidan.

2. Cara kerja diet kopi

Untuk bisa menjalankan diet kopi, seseorang harus menikmati 3 cangkir atau 720 ml kopi dalam sehari. Biji kopi haruslah yang dipangggang dengan tingkat kematangan sedang, kopi seperti ini cenderung lebih kaya akan antioksidan polifenol daripada kopi sangrai secara maksimal.

Dr. Arnot sangat memperhatikan jenis kopi yang dipilih dan cara pembuatannya. Dia merekomendasikan kopi biji utuh yang digiling di rumah dan diseduh menggunakan teknik saring. Kopi juga disarankan untuk diminum tanpa tambahan gula ataupun krimer.

Selain konsumsi 3 cangkir kopi per hari, Dr. Arnot juga menyarankan untuk mengganti porsi satu kali makan dengan smoothie hijau berserat tinggi. Jenis makanan dan camilan harus rendah kalori dan lemak serta kaya serat dari biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran.

3. Mengasup 1.500 kalori per hari

Dalam bukunya, Dr. Arnot memberi contoh rancangan menu makan yang mengandung sekitar 1.500 kalori per hari dan memungkinkan untuk mengasup jauh lebih sedikit kalori daripada porsi orang biasa. Makanan yang sesuai untuk diet ini antara lain tahu dan sayur tumis dengan nasi merah, atau salad ayam panggang dengan saus vinaigrette.

Beberapa orang mengaku diet kopi ini berhasil menurunkan berat badan secara signifikan. Selain penurunan berat badan, ada berbagai manfaat yang juga dirasakan para pelaku diet.

Kopi mengandung kafein dan antioksidan yang disebut polifenol, yang memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk mengurangi peradangan dan kerusakan akibat radikal bebas. Dalam hal diet penurunan berat badan, kopi tampaknya memiliki dua manfaat potensial yakni menurunkan nafsu makan dan meningkatkan metabolisme.

4. Kopi membantu menekan nafsu makan

Dr. Arnot menegaskan bahwa kopi dapat menekan nafsu makan sehingga membantu Anda mengurangi asupan kalori harian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini terbukti benar dalam batas tertentu. Minum kopi sesaat sebelum makan dapat menurunkan nafsu makan sehingga tak terlalu banyak mengasup makanan.

Namun, mengonsumsi kopi 3-4,5 jam sebelum makan tampaknya tidak mempengaruhi seberapa banyak Anda makan pada waktu makan berikutnya. Sebuah studi yang dilakukan pada 33 orang yang kelebihan berat badan dan berat badan normal menemukan bahwa minum kopi menurunkan asupan kalori pada mereka yang kelebihan berat badan.

Ketika mereka yang kelebihan berat badan minum 200 ml kopi, mereka mengonsumsi lebih sedikit kalori setelahnya, dibandingkan dengan ketika mereka minum air atau kopi tanpa kafein.

5. Tidak aman untuk jangka panjang

Menurut penilaian orang-orang yang sudah menjalani diet kopi selama 2-7 minggu, mereka mengatakan diet ini tidak aman dijalankan dalam jangka panjang. Minum kopi berkafein dalam jumlah besar dapat menyebabkan asupan kafein berlebihan, yang dapat menyebabkan beberapa masalah, termasuk insomnia dan depresi.

Sayangnya, belum ada penelitian jangka panjang yang menilai keamanan atau efektivitas diet kopi ini. Oleh karenanya, diet kopi hanya direkomendasikan untuk dijalani dalam jangka waktu singkat. Sebelum memulai diet, sebaiknya konsultasikan lebih dulu dengan ahli gizi. (Dtk)

Bagikan