Dishub Lampung Memprediksi Arus Penumpang Meningkat Hingga 10%

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo.

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung besiap melakukan langkah antisipasi penyebaran virus covid-19 pada saat liburan panjang akhir Oktober 2020. Apalagi mobilitas masyarakat dan lalu lintas kendaraan yang masuk ke Lampung diperkirakan meningkat sebesar 5-10%.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo mengatakan bahwa jajarannya siap melakukan antisipasi mengenai arus penumpang di hari libur panjang minggu depan. Ia mengatakan protokol kesehatan pencegahan covid-19 yang melekat wajib dilakukan bagi setiap kendaraan dan orang yang masuk di Provinsi Lampung.

“Kami tidak bisa memprediksi bila di tengah pandemi ini. Tetapi kita tetap melakukan antisipasi. Naik sekitar 5-10% peningkatan arus masih bisa kita tangani. Apalagi kita di Pelabuhan Bakauheni-Merak punya dermaga baru,” kata Bambang saat ditemui di Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Kamis, 22 Oktober 2020.

Dia mengatakan apabila ada pengendara atau penumpang yang tidak menaati protokol kesehatan, maka pihaknya akan melakukan tindakan. Apalagi sudah ada Peraturan Gubernur Lampung Nomor: 45 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produkif dan Aman (AKB-M2PA) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Lampung. Kemudian pihaknya juga akan melaporkan kejadian tersebut kepada Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19. 

“Kalau ada pelanggar protokol kesehatan kita akan laporkan kepada Satgas Covid-19. Kemudian bila ada pengemudi dan penumpang ada gejala maka di isolasi mandiri dulu ditempat ia ditemukan dan kita laporkan kepada gugus tugas,” katanya.

Dia menegaskan protokol kesehatan merupakan hal yang wajib dilaksanakan. Pintu-pintu masuk di pelabuhan, bandara, dan Jalan Tol Trans Sumatera dilakukan pengecekan. Untuk pembatasan angkutan barang akan dilakukan pada tanggal 27-28 Oktober 2020 pada arus mudik dan pada tanggal 1 November 2020 arus balik. Harapanya dengan menahan kendaraan angkutan barang maka bisa memperlancar arus kendaraan.

“Di pelabuhan kita akan lakukan pengecekan, di jalan tol bersama Hutama Karya kita lakukan randem cek dan pengecekan di rest area, di bandara juga begitu ada rapid test dan di dalam pesawat juga tetap menggunakan masker. Tempat wisata juga kita lakukan pengecekan. Kita bekerja di simpul-simpul transportasi,” katanya. (LP)

Bagikan