Ditinggal ke Pasar, Satu Rumah di Lambar Ludes Terbakar

Rumah Di Lambar Ludes Terbakar Saat Ditinggal Ke Pasar

Satu rumah milik Didin Suhanda warga Pemangku Ciptasari, Pekon Purajaya, Kecamatan Kebuntebu, Lambar ludes terbakar. 

Liwa – Satu rumah milik Didin Suhanda warga Pemangku Ciptasari, Pekon Purajaya, Kecamatan Kebuntebu, Lampung Barat habis dilalap api sekitar pukul 08.25 WIB Senin, 7 September 2020.

Tidak ada korban dalam peristiwa itu. Namun, seluruh harta benda tidak ada yang bisa diselamatkan. Korban mengalami kerugian sekitar Rp250 juta. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang ke Fajarbulan, sementara istrinya berdagang di pasar. Api diduga bersumber dari korsleting listrik.

“Yang pasti rumah sedang kosong karena penghuninya lagi pergi, suaminya ke Fajarbulan dan istrinya dagang di pasar,” kata camat Kebuntebu Indrayani.

Ia menambahkan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga tetangga korban yang saat itu secara tiba-tiba melihat ada kepulan asap keluar dari sela-sela rumah yang makin membesar.

Warga lanjut dia, langsung memberitahukan kepada warga lainya dan melapor ke UPT pemadam setempat dan kemudian bahu membahu memadamkan apinya.

Setelah dilaporkan, lanjut Indra, petugas UPT Damkar Kebuntebu tiba di lokasi disusul oleh Damkar dari Sumberjaya juga membantu upaya pemadaman.

Api berhasil dijinakkan setelah dilakukan upaya pemadaman selama sekitar satu jam. 

Api dengan cepat membesar dan menghabiskan hampir seluruh bangunan dikarenakan kondisi bangunan terbuat dari kayu. Beruntung  harta simpanan dan perhiasanya masih berhasil selamat.

“Uang simpanan sebesar Rp70 juta masih ada dan baru sedikit yang terbakar serta perhiasan masih utuh, ini karena upaya pemadaman ya maksimal,” kata Indra.

Ia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan mengantisipasi adanya kejadian kebakaran. Imbauan untuk berhati-hati ini juga sudah disampaikan beberapa Minggu lalu.

Disisi lain, Kepala UPT Damkar Kebuntebu Yendrizal, mengaku lima menit setelah mendapat laporan pihaknya sudah tiba di lokasi. Pihaknya juga menghubungi UPT Damkar Sumberjaya untuk meminta bantuan.

Upaya pemadaman berlangsung sekitar setengah jam. Api sudah jinak ditambah waktu pendinginan sekitar setengah jam sehingga waktu pemadaman berlangsung selama satu jam.

“Walaupun api telah berhasil dipadamkan dan kami sudah berupaya secara maksimal namun kondisi satu rumah itu tetap habis karena bangunannya terbuat dari kayu sehingga api dengan cepat membesar dan tidak sampai merembet ke bangunan sebelah,” kata Yendrizal.

Ia menambahkan, saat kejadian pemilik rumah tidak mengetahui karena sedang berada di pasar. Korban mengetahui jika rumahnya terbakar setelah dipanggil oleh warga lainya.

Share