Diupah Kuota Internet, Anak Pengantar Sabu Divonis 5 Bulan Pelayanan Masyarakat

Diupah Kuota Internet Anak Pengantar Sabu Divonis 5 Bulan Pelayanan Masyarakat

Sidang kasus narkoba di PN Kelas IA Tanjungkarang.

Bandar Lampung – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang memvonis AP (16) warga Kotakarang, Telukbetung Timur, Bandar Lampung dengan pidana penjara selama 5 bulan pembinaan pelayanan masyarakat di pondok pesantren, Jumat, 4 September 2020.

Terdakwa, kata Hakim Hendro Wicaksono, yang menyidangkan kasus itu terbukti menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 jenis sabu sebagai mana diatur diancam pidana Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan kedua.

“Menjatuhkan tindakan kepada anak berupa pembinaan pelayanan masyarakat selama lima bulan,” kata Hakim.

Vonis Majelis Hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa dimana sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 6 bulan pembinaan pelayanan masyarakat.

Menanggapi putusan tersebut, Dahlan dan Muhammd Iqbal selaku penasehat hukum dari PBH Peradi Pos Bantuan Hukum PN Tanjungkarang mengatakan memang sepatutnya putusan terdakwa anak seperti itu, karena anak tersebut masih berstatus pelajar dan masih mempunyai masa depan yang panjang.

“Alasan lain, terdakwa juga tidak mengetahui barang yang diantar tersebut adalah narkotika, karena dia ingin membeli kuota internet terpaksa dia mau dengan upah Rp10 ribu tersebut,” kata Iqbal.

Perbuatan terdakwa berawal pada 3 Agustus 2020 dimana saat itu terdakwa tengah berada dikediaman kakeknya, pada saat itu datang rekanya Arif (DPO), sekitar pukul 22.30 WIB Arif mengajak terdakwa mengantarkan sabu kepada Dona (DPO) di Jalan Telukbone.

“Mendapat ajakan itu, terdakwa mau dengan meminta uang Rp10 ribu untuk membeli kuota internet setelah mengantar barang tersebut. Arif pun mengiyakan permintaan dari terdakwa. Saat hendak menyerahkan barang kepada pemesan, terdakwa ditangkap anggota polisi yang memang sudah berada di lokasi,” ujarnya. (LP)

Share