DLH Provinsi Lampung Investigasi Pencemaran Limbah Di Lampung Timur

Img 20200826 115152

Bandarlampung – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung akan segera melakukan investigasi dan peninjauan terhadap kondisi pesisir pantai Lampung Timur yang tercemar oleh limbah.

“Dalam waktu dekat kita akan memeriksa dan meninjau langsung ke lokasi untuk melihat secara langsung serta mencari dari mana sumber pencemaran tersebut,” ujar Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Muhammad Budi Setiawan, saat di hubungi di Bandarlampung, Kamis. 

Ia mengatakan, pelaksanaan pemeriksaan dan investigasi akan dilakukan bersama tim yang terdiri atas anggota Kepolisian, TNI, Kejaksaan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung maupun Kabupaten Lampung Timur. 

“Berdasarkan informasi yang kami himpun memang ditemukan tetesan oli dan gumpalan menyerupai aspal yang terdapat di bibir pantai pesisir Lampung Timur, dan kita belum ketahui limbah tersebut beracun atau tidak,” katanya. 

Menurutnya, diketahui di sekitar bibir pantai terdapat sejumlah aktivitas yang berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan, namun belum dapat dipastikan aktivitas tersebut sebagai sumber utama pencemaran limbah di bibir pantai. 

“Ada sejumlah aktivitas seperti pengeboran, sejumlah kapal besar yang bersandar dan ada kapal berukuran kecil yang lalu lalang di sekitar pesisir pantai Lampung Timur akan tetapi belum dapat dipastikan sumber utama pencemaran, kita akan lakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebabnya,” ucapnya. 

Ia menjelaskan, bila nantinya setelah pelaksanaan investigasi ditemukan sumber utama penyebab pencemaran maka langkah hukum akan dilakukan, sebab telah ada peraturan yang mengatur tentang perlindungan lingkungan yaitu UU no 32 tahun 2009 terkait Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup, dengan sanksi pidana, administratif dan denda. 

Pencemaran limbah yang menyerupai gumpalan oli berwarna hitam dan masuk dalam kategori limbah bahan beracun dan berbahaya di sepanjang bibir pantai Lampung Timur ditemukan di beberapa titik meliputi. 

Di pesisir Pantai Margasari, terdapat temuan gumpalan oli yang berbusa berwarna coklat keputihan dan cairan oli berwarna hitam di bibir pantai, dengan panjang berkisar 798 meter dan lebar 10 meter, serta kedalaman cemaran limbah relatif 4 hingga 5 cm, belum ada dampak serius yang terlihat di wilayah tersebut.

Berikutnya, di Pesisir Pantai Muara Gading Mas, terdapat temuan limbah seperti aspal berbentuk semi padat dengan panjang berkisar 1.978 meter dan lebar sekitar tujuh meter, dan berdampak terhadap kebersihan pantai yang juga objek wisata. 

Lalu, di Pesisir Pantai  Bandar Negeri, terdapat temuan limbah berupa aspal dan oli yang berserakan di bibir pantai dengan panjang sekitar 2.173 meter dan lebar sekitar tujuh meter, pencemaran limbah tersebut berdampak langsung kepada petani tambak udang sebanyak 14 wilayah tambak. (Ant)

Share