Dua Pegawai Apotek Rossa Positif COVID-19 Dibenarkan Pemkot Bandar Lampung

Img20200911103318

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Bandarlampung, Ahmad Nurizki, di Bandarlampung, Jumat. 

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandarlampung membenarkan bahwa dua pegawai Apotek Rossa yang berada di Jalan Z.A Pagaralam Kecamatan Rajabasa, telah terkonfirmasi positif COVID-19 pada Rabu (9/9).

“Ya benar dua pegawai Apotek tersebut terkonfirmasi positif yakni seorang laki-laki berusia 54 tahun dan wanita berusia 41 tahun,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Bandarlampung, Ahmad Nurizki, di Bandarlampung, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa ke dua pasien tersebut terkonfirmasi bukan dari hasil penelusuran (tracing) dari pasien sebelumnya maupun memiliki riwayat perjalanan. 

“Jadi pasien laki-laki ini pernah mengadakan acara yang dihadiri oleh saudara-saudaranya dari pulau Jawa sehingga dia berkontak erat saat dilakukan pemeriksaan tes usap (swab) yang bersangkutan positif COVID-19,” jelasnya.

Sedangkan, untuk pasien wanita yang bersangkutan merupakan rekan kerja dan satu ruangan dengan pasien laki-laki tersebut sehingga dilakukan pemeriksaan swab yang juga hasilnya positif.

Dia menyebutkan bahwa hingga saat ini kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kota Bandarlampung berjumlah 207 dengan 148 telah sembuh yang masih diisolasi mandiri 27 orang dan diisolasi di rumah sakit dua orang serta 13 lainnya meninggal dunia.

Baca juga: Dinkes : Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 21 jadi 509

Apotek Rossa yang menjadi tempat kerja dua pegawai tersebut saat ini telah menutup kegiatan prakteknya bahkan sejak kemarin pihak management telah tidak melakukan aktivitasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandarpampung itu pun meminta kepada untuk warga setempat agar tidak berpergian ke luar daerah bila tidak terlalu penting sebab beberapa kasus yang ditemui merupakan dari pelaku perjalan ataupun berkontak erat dengan orang dari provinsi lain.

“Menangani COVID-19 ini kita harus bisa kerja sama, saling mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan, apalagi saat ini kasus di Bandarlampung terus meningkat yang artinya virus ini masih ada sehingga saya minta masyarakat harus lebih waspada,” kata dia. (Ant)

Share