Dua Pekan Jelang Iduladha, Pedagang Hewan Kurban Keluhkan Sepi Pembeli

Dua Pekan Jelang Iduladha Pedagang Hewan Kurban Keluhkan Sepi Pembeli

Salah satu dari pedagang hewan kurban yang berada di Jalan Pramuka, Bandar Lampung, Rabu, 15 Juli 2020. 

Bandar Lampung – Kurang lebih sekitar dua pekan lagi masyarakat umat Islam akan merayakan Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah. Pada perayaan itu umat Islam yang mampu akan melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Namun, berbeda dari perayaan tahun lalu, kali ini perayaan Iduladha sedang berada di tengah masa pandemi korona atau covid-19. Sehingga berdampak pada seluruh lini sektor perekonomian warga yang ada.

Iduladha tahun ini, para pedagang mengaku kesulitan untuk menjual hewan kurban. Sepinya pembeli menjadi kendala utama, sebab masyarakat masih khawatir akan penyebaran covid-19 saat ini.

Saprudin, salah satu pedagang hewan kurban yang berada di Jalan Pramuka, Bandar Lampung mengaku membuka lapak dagangan hewan kurban sejak 1 Juli lalu hingga kini baru beberapa ekor saja hewan kurban yang terjual.

“Ini sapi ada 10 baru laku 4. Kambing ada 28 baru laku 3 ekor. Kalau tahun lalu bisa jual sampai 10 sapi, kambingnya 20 ekor. Dibandingkan tahun lalu turun jauh, tahun kemarin lumayan karena covid-19 ini. Ini kadang sehari gak laku,” ujar Saprudin, Rabu, 15 Juli 2020.

Di lapaknya, dia mengaku menjual kambing ukuran standar mulai dari Rp4 juta hingga Rp4,5 kuta. Kemudian sapi berkisar antara Rp18,5 juta sampai Rp23 juta tergantung ukuran hewan. 

“Harapan kami kalau bisa tahun depan bisa meningkat lagi, karena kalau kondisi begini terus bisa rugi. Karena biaya operasional pakan hewan besar,” harapnya. 

Hal senada juga dikatakan oleh Apri pedagang hewan kurban yang berada di Jalan Cut Nyak Dien. Dia mengatakan menjelang Iduladha tahun ini belum satu pun hewan kurban terjual di lapak miliknya.

“Ini cuma kambing aja semua ada 30 ekor, tapi sampai sekarang belum ada yang laku,” kata dia. 

Sedangkan pada tahun lalu, dirinya mampu menjual tiga sampai lima ekor kambing setiap harinya. “Sekarang jangankan datang mau beli, pelanggan kita yang tahun kemarin aja enggak pesan hewan kurban,” kata dia.

Menurutnya, kurangnya daya beli pada tahun ini disebabkan merebaknya kasus wabah Covid-19, sehingga daya beli masyarakat menurun. (LP)

Share