Dua Pemuda Diamankan Warga dan Polsek Sragi Karena Diduga Mencuri Ponsel

Diduga Mencuri Ponsel Dua Pemuda Diamankan Warga Dan Polsek Sragi

Dua Pemuda yang diduga Pelaku Pencurian HP diamankan jajaran Polsek Sragi, Lampung Selatan.

Kalianda – Masyarakat Desa Mandalasari, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, mengamankan dua pemuda yang diduga melakukan tindak pidana pencurian ponsel di rumah warga Dusun I Desa Mandalasari, Senin, 17 Agustus 2020, sekitar pukul 04.00 WIB. 

Kedua pelaku yang diamankan tersebut yakni SA (21) dan MS (19). Keduanya merupakan warga Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas.

Mereka diamankan oleh warga dan pihak kepolisian lantaran kedapatan memasuki rumah milik Tomi Zepisah (30) warga Dusun I Desa Mandalasari. Pelaku diduga telah mencuri dua unit ponsel milik korban. 

Pjs Kepala Desa Mandalasari Amar Sumarna mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika malam hari perayaan HUT Kemerdekaan ke-75 RI. Dimana, aksi dugaan pencurian itu diketahui oleh masyarakat setempat.

“Informasi dari masyarakat, kedua pelaku masuk kedalam rumah pak Tomi Zepisah dan membawa kabur HP milik korban. Aksi mereka diketahui masyarakat sekitar dan akhirnya digelandang ke Mapolsek Sragi,” kata dia, Selasa, 18 Agustus 2020.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sragi Iptu Lukman membenarkan pihaknya mengamankan dua orang diduga pelaku pencurian HP di rumah salah satu warga Desa Mandalasari. Saat ini kedua pemuda itu menjalani proses penyidikan di Mapolsek Sragi. 

“Iya, saat ini masih proses penyidikan. Kronologisnya saat ini korban sedang istirahat dirumah. Kedua pemuda itu diduga masuk kerumah korban melalui pintu belakang dengan cara mendongkel menggunakan benda keras,” kata dia. 

Lukman mengatakan aksi mereka diketahui oleh beberapa masyarakat saat keluar dari rumah korban. Kemuian, pelaku berlari dan bersembunyi di parit tidak jauh jalan desa Mandalasari. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh warga dan anggota polisi, ditemukan satu bilah senjata tajam jenis golok milik korban dan dua unit ponsel milik korban.

“Atas perbuatannya, pelaku diduga melanggar pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dan Pemberatan. Adapun ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun,” kata dia. (LP)

Share