Dugaan KKN, Jalan Lapen (Lapisan Penetrasi Total) Di Kampung Untoro Trimurjo Lamteng

Lamteng, etalase info.com –
Menurut Teddy Irawan selaku tim pemantau dan Lembaga yang bersifat Independen dan sebagai sosial kontrol masyarakat, kontrol dalam penegakkan hukum memberikan jasa bantuan pencari fakta, bukti dan memantau pelanggaran – pelanggaran hukum baik praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang banyak merugikan Rakyat, Bangsa dan Negara Republik Indonesia.

Berbagai aturan yang tertuang dalam instrumen-instrumen Hak Azazi manusia sebagai tertuang dalam UUD 1945, UU RI No. 14 tahun 2008 tentang Informasi Publik, UU RI No. 9 tahun 1985 dirubah dengan UU RI No. 17 tahun 2013 tentang organisasi masyarakat dan lembaga sosial masyarakat.

Peraturan pemerintahan RI No. 71 tahun 2000 tentang Tata Cara dan Pelaksanaan Selaku kuasa pengguna anggaran yang lalai dalam melakukan pekerjaan atau pembelian Barang atau Jasa yang di lakukan oleh Kepala Kampung/Kepala Desa dengan menggunakan Anggaran Uang Negara atau Dana Desa (DD) .

Dengan ini kami selaku Team Investigasi telah menemukan pekerjaan pembangunan jalan Lapen yang ada di Desa Untoro Kec. Trimurjo Kab. Lampung Tengah dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan juklak juknis yang telah di tetapkan oleh Kementerian, pekerjaan Lapen (lapisan penetrasi total) pembangunan jalan seharusnya tebal ± 5 cm tetapi dalam temuan kami hanya menemukan ± 1 sampai 2 cm .

Untuk pemakaian batu yang seharusnya hamparan batu 5/7 + 3/5 dengan pemadatan lapisan aspal (coat) , kemudian hamparan batu 2/3 (pengunci) dengan pemadatan , lapisan aspal (coat) , hamparan abu batu yang mengikuti .

Pekerjaan yang sesuai dengan teknis juklak juknisnya, tetapi dalam temuan kami pekerjaan pembangunan jalan Lapen di Desa Untoro dengan panjang jalan ± 1.700m , lebar ± 3 m diduga kuat sudah mengurangi volume ketebalan 3 cm, mengurangi bahan material batu 5/7 , 3/5 , 2/3 , dan terlihat di badan jalan yang sudah di tumbuhi rumbut , dan pekerjaan tersebut tidak di pasang plang papan nama .

Hasil Investigasi Team Personal Informasi Negara Republik Indonesia ( PIN RI ) dengan melengkapi bukti – bukti kultur hasil Investigasi di lapangan, meminta/memohon kepada pihak ke KEPOLISIAN/KEJAKSAAN untuk menindak lanjuti laporan ini sesuai dengan hukum yang berlaku .

Dugaan kuat Korupsi , Kolusi dan Nepotisme pembangunan jalan Lapen desa Untoro mencapai 3 cm x panjang + 1.700 m x lebar ± 3 m.

Rohmad selaku kepala kampung Untoro , membantah atas dugaan tersebut, bahkan menurutnya jalan lapen yang di kerjakan sudah sesuai dengan juknis dengan ketebalannya 7 cm dan bukan 5 cm .

Secara lantang pihaknya berani untuk di adu terkait pekerjaan lapen di kampung nya dengan kampung sebagai kecamatan Trimurjo bahwa kerjaan lapen di kampungnya adalah yang terbaik, jelasnya pada media saat di hubungi lewat telpon selulernya.(Din)

Share