Dugaan Pelanggaran Netralitas, Kasus ASN Dilimpahkan ke Bawaslu

Mantan Kepala SMPN 16 Bandar Lampung, Purwadi saat membagikan handuk dan brosur salah satu calon pilkada. Ist

Bandar Lampung – Mantan Kepala SMPN 16 Bandar Lampung, Purwadi, memenuhi panggilan kedua Panwaslu Kecamatan Telukbetung Utara (TBU), Jumat, 16 Oktober 2020. Ia diperiksa terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN.

Setelah melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan, Panwas TBU akan melimpahkan dugaan netralitas ASN ke Bawaslu Kota Bandar Lampung pada Jumat, 16 Oktober 2020, sore.

Ketua Panwaslu Kecamatan TBU, Fatihunnjah, mengatakan setelah rapat pleno internal pihaknya melimpahkan dugaan pelanggaran ASN tersebut ke Bawaslu setempat.

“Sore ini akan kita limpahkan ke Bawaslu setempat, berdasarkan Hasil keterangan Pak Pur hampir sama dengan dua Dewan Guru SMPN 16, bahwa mereka melakukan kegiatan rutin jalan sehat, lalu makan-makan di dekat kediaman Rycko Menoza kemudian diberikan handuk dan brosur serta contoh surat suara salah satu calon,” kata Fatihunnjah.

Rycko Menoza merupakan Calon Wali Kota Bandar Lampung Nomor Urut Satu yang berpasangan dengan Johan Sulaiman sebagai calon wakilnya.Di tempat tersebut purwadi dan peserta jalan sehat menerima handuk yang merupakan di luar bahan kampanye yang ditetapkan oleh KPU. 

Saat diklarifikasi, kedua saksi dan Purwadi, mengaku tidak mengetahui jika di dalam kemasan handuk berwarna kuning yang dibagikan orang yang tidak dikenal tersebut ada bahan kampanye seperti brosur dan contoh surat suara.

“Tidak ada ajakan untuk memilih hanya membagikan saja. Ini masuk temuan, sudah diregistrasi, kita akan melimpahkan siang ini ke Bawaslu Kota Bandar Lampung untuk pendalaman selanjutnya,” ujar dia.

Sementara itu Purwadi menjelaskan, handuk yang diterima dirinya dan peserta jalan sehat lainnya, sama sekali tidak mengetahui kalau ada bahan kampanye dalam handuk yang dibungkus tersebut.

“Seperti yang viral itulah, seperti biasa dari sekolah itu senam, setelah senam ada sarapan bersama, jalan di tempat. Waktu pulang ada yang ngasih handuk, tidak tahu itu siapa, tahu-tahu pas pulang dikasih karena lewat, ya sudah diambil sama teman-teman,” kata Purwadi yang saat ini mengajar sebagai guru di SMPN 26 Kemiling.

Seluruh peserta jalan sehat, yang berjumlah 60 orang merupakan guru SMPN 16 dan 14 orang Guru Program Pengalaman Lapangan (PPL) dari UIN Raden Intan Lampung, mendapatkan handuk.

“Semua yang hadir dikasih semua,” pungkas Purwadi. (LP)

Bagikan