Dugaan Pencemaraan Laut di Lamtim, Walhi bakal Bawa ke Jalur Hukum

Img 20200821 Wa0015

Sukadana – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung bakal melaporkan dugaan pencemaran perairan Lampung Timur ke Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung. Laporan akan disertai hasil investigasi yang dilakukan Walhi.

“Besok kami bakal lapor, sama membawa dokumentasi lapangan ke Krimsus Polda Lampung untuk mendorong penyelidikan pencemaran sampai ketemu sumber sama pelaku dan penindakannya,” ujar Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Lampung Edi Santoso, Rabu, 26 Agustus 2020.

Selain itu, hasil investigasi Walhi juga bakal dibawa ke Dinas Lingkungan Hidup Lampung agar segera diambil tindakan. “Kami juga ke Dinas Lingkungan Hidup untuk segera uji lab biar tahu kandungan limbahnya,” katanya.

Sebelummya, Walhi menduga adanya pencemaran lingkungan di laut Kecamatan Labuhanmaringgai, Lampung Timur, yang terjadi sejak hari Jumat, 21 Agustus 2020.

Edi mengatakan lembaganya melakukan investigasi pada Senin, 23 Agustus 2020. Investigasi pihaknya ditemukan adanya dugaan pencemaran lingkungan, seperti di Pesisir Pantai Margasari dengan ditemukannya gumpalan oli yang berbusa berwarna cokelat keputihan dan cairan oli berwarna hitam di bibir pantai. Panjang pencemaran berkisar 798 meter dan lebar 10 meter serta kedalaman cemaran limbah relatif 4-5cm. Belum ada dampak serius yang terlihat di wilayah tersebut.

Kemudian di Pesisir Pantai Muaragading Mas, terdapat temuan limbah seperti aspal berbentuk semipadat dengan panjang berkisar 1.978 meter dan lebar sekitar 7 meter. Pencemaran limbah ini berdampak langsung terhadap kebersihan pantai wisata yang ada di Muaragading Mas utamanya Pantai Kerang Mas .

Selain itu di Pesisir Pantai Bandarnegeri dengan ditemukannya limbah berupa aspal dan oli yang berserakan di bibir pantai. Panjangnya sekitar 2.173 meter dan lebar sekitar 7 meter. Pencemaran limbah berdampak langsung kepada petani tambak udang dan wisata pantai karena masih terdapat sisa pencemaran yang terbawa ombak di pesisir pantai Bandarnegeri. Ada 14 tambak terdampak oleh pencemaran dan hingga saat ini pengelola pantai dan masyarakat masih membersihkan sisa limbah dengan dikumpulkan dan dimasukan karung.

Enam desa di pesisir pantai Kecamatan Labuhanmaringgai terdampak limbah, yakni Desa Margasari, Desa Sri Minosari, Desa Muaragading Mas, Desa Bandarnegeri, Desa Karyamakmur, dan Desa Karyatani. Dampak dirasakan langsung di seluruh kawasan wisata pesisir pantai karena adanya pencemaran ini dan dampak terhadap petani tambak, namum belum ditemukan sumber dari mana datangnya limbah tersebut.

“Walhi Lampung mendorong Pemprov Lampung untuk segera mengusut tuntas pelaku pencemaran dan upaya penegakan hukum,” ujarnya, Selasa, 25 Agustus 2020.

Edi menambahkan sampai saat ini memang belum ada dampak serius yang muncul di permukaan terkait pencemaran tersebut. Namun, dikhawatirkan akan berdampak serius terhadap lingkungan hidup, ekonomi, dan kesehatan masyarakat karena lokasi tersebut merupakan zona tangkap nelayan, pariwisata, dan tambak serta tanaman mangrove karena tumpahan minyak/oli tersebut merupakan kategori bahan beracun dan berbahaya (B3).

“Dalam hal ini belum diketahuinya kejelasan sumber limbah yang telah mencemari pantai timur Lampung tersebut. Namun, jika kita kaitkan dengan kasus serupa yang terjadi di Kepulauan Seribu beberapa waktu yang lalu, dapat diduga sumber pencemaran tersebut dapat juga berasal dari aktivitas perkapalan maupun sumber pertambangan minyak di pantai timur Lampung,” katanya.

Dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup yang adil dan berkelanjutan sebagai bagian dari hak asasi manusia dan demi terjaminnya hak-hak masyarakat pesisir, Walhi Lampung mendorong Pemprov Lampung dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pencemaran laut di pesisir laut Lampung Timur dan melakukan penegakan hukum yang serius kepada pelaku yang telah melakukan pelanggaran lingkungan hidup.

“Kami juga meminta Dinas Lingkungan Hidup Lampung untuk segera melakukan upaya-upaya penanggulangan pencemaran laut dan melakukan uji mutu serta dampak terhadap tumpahan limbah di pantai timur Lampung. Kami juga menghimbau masyarakat sekitar agar berhati-hati terhadap limbah tersebut yang sudahdinyatakan limbah B3 oleh Dinas Lingkungan Hidup Lampung Timur,” katanya. (LP)

Share