Edward Syah Pernong Ajak Masyarakat Adat Putus Penyebaran Covid-19

Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong Sultan Sekala Bkhak Yang Dipertuan Ke-23 Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bkhak Kepaksian Pernong disambut masyarakat adat saat tiba di Lamban Gedung Pekon Way Napal.

 Krui – Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong Sultan Sekala Bkhak Yang Dipertuan Ke-23 Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bkhak Kepaksian Pernong mengajak seluruh masyarakat adat di Pesisir Barat memutus penyebaran Covid-19. Salah satu caranya dengan berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Ajakan tersebut dilakukan SPDB Pangeran Edward Syah Pernong dalam silaturahmi dan sosialisasi upaya memutus penyebaran Covid-19 dengan 16 saibatin dan masyarakat adat di Lamban Gedung Pekon Way Napal, Kecamatan Krui Selatan, Rabu, 7 Oktober 2020. Pertemuan itu bertema Kita lawan penyebaran Covid-19 demi terlaksananya pemilu kada Pesisir Barat yang kondusif.

Pun Edward, sapaan akrab SPDB, mengatakan pandemi Covid-19 merupakan persoalan bersama sehingga harus dihadapi bersama juga dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan 3 M. Hal itu sebagai upaya pencegahan agar terhindar dari bencana besar akibat pandemi itu. 

“Modalnya saling menyayangi dan menghargai sehingga akan tumbuh kebersamaan. Untuk itu, perhatikan dan jaga sanak saudara kita di Bumi Saibatin dan Ulama ini sehingga kebesaran adat saibatin bisa menjadi kebanggaan. Selain itu, harus ada kepedulian sesama. Mari sesama saudara saling mengangkat, secancanan, jejama setulungan, dan seucaan dalam situasi seperti ini,” katanya. 

Dia menambahkan wabah ini merupakan cobaan dari Allah swt dan harus diperangi dengan menerapkan prokes pola hidup baru serta selalu berdoa agar wabah Covid-19 segera usai. Diharapkan kehidupan yang lebih baik dapat dirsakan seluruh masyarakat. 

“Kepada Allah swt kita bersyukur. Kita bersilaturahmi menunjukkan kepedulian antara kita. Terhadap korona ini bukan penanggulangan tetapi peperangan. Kalau enggak kita yang kalah, mereka (korona) yang habis. Tentu kita enggak mau satu rumpun masyarakat besar habis. Mungkin di balik pandemi ini, Allah memiliki maksud baik yang belum kita sadari. Contohnya bencana gempa yang menyebabkan hancur luluh, namun setelahnya kopi, cengkih, dan padi tumbuh subur serta panen melimpah sehingga ada kemakmururan untuk kesejahteraan kita,” ujarnya. 

Untuk itu, dia mengajak seluruhnya untuk tetap istikamah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Dia juga kembali mengingatkan untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan melalui 3M.

“Kalau istikamah menghadapinya, insya Allah kita dapat menghadapinya. Kita harus selalu saling mengingatkan penerapan protokol kesehatan. Saya minta para saibatin menyampaikan ini kepada kepala suku, dan raja-raja sehingga mudah-mudahan akan mudah diterima dengan baik oleh masyarakat dengan prasangka baik,” katanya. 

Pun Edward juga mengingatkan tidak lama lagi akan digelar pilkada serentak, termasuk pemilihan bupati dan wakil bupati di Pesisir Barat. Dia mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi kondusif dan mematuhi apa saja yang disampaikan saibatin di marganya masing-masing. 

“Karena bersatu akan lebih kuat daripada tercerai berai. Sebab, para saibatin tentunya membawa ahlakul karimah dan ingin membawa masyarakatnya ke kehidupan yang lebih baik,” ujar mantan Kapolda Lampung itu.

Sementara Ketua Lembaga Adat 16 Saibatin di Pesisir Barat, Putrawan Jaya Ningrat gelar Suntan Pangeran Dalom Simbangan Ratu mengucapkan syukur dan berterima kasih atas kedatangan Pun Edward Syah Pernong dan rombongan ke Krui. 

“Kehadiran Paduka yang Mulia beserta rombongan dalam rangka membangun sebuah komitmen kesepakatan masyarakat adat yang memiliki  peran penting. Saibatin marga dan masyarakat adat berperan aktif dalam memutus mata rantai Covid-19,” ujarnya. 

Dia menyebutkan masyarakat adat tidak hanya terkait dengan perkawinan atau kematian saja, tapi memiliki peran yang lebih jauh dari itu. Sebab, adat dapat diterapkan dalam berbagai sendi kehidupan.

“Masyarakat adat memiliki integritas dan ilmu. Salah satunya melalui kegiatan pada hari ini untuk membangun komitmen bersama memutus mata rantai penyebaran virus korona,” kata Putrawan. (LP)

Bagikan