Ekspor Cabai Jamu Asal Lampung Meningkat Ratusan Ton

Cabe Jamu

Bandarlampung – Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung mencatat adanya peningkatan volume ekspor cabai jamu asal Provinsi Lampung, yang secara total ada peningkatan hingga 405,4 ton. 

“Berdasarkan data pada sistem IQFAST, sejak Januari hingga Juli volume ekspor cabai jamu telah mencapai 405,4 ton dengan nilai Rp19,9 miliar, naik dari periode yang sama di tahun 2019, yang hanya 48 ton setara Rp322,4 juta,” ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Muh. Jumadh, dalam keterangan tertulis, di Bandarlampung, Kamis 27-8-2020. 

Dikatakannya, peningkatan volume ekspor cabai jamu yang merupakan salah satu komoditas subsektor hortikultura terus meningkat pada semester I tahun 2020. “Tahun ini ekspor Lampung dapat menembus pasar China dengan jumlah ekspor 153 ton, dan Afrika tepatnya di Djibouti sebanyak 14 ton, lalu ada peningkatan ekspor menuju India dari 27 ton menjadi 131 ton,” ujarnya pula. 

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan cabai jamu merupakan tumbuhan asli Indonesia yang banyak dihasilkan di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung. Secara nasional pada tahun 2020, komoditas ini telah menyumbang devisa negara hingga Rp165,6 miliar, jumlah tersebut meningkat pesat dibandingkan tahun 2019 hanya sebesar Rp24,6 miliar,” ujar Ali Jamil. Dengan peningkatan volume ekspor itu, dapat menjadi salah satu pendorong perekonomian masyarakat di tengah pandemi COVID-19.(Ant) 

Share