ESO Unila Gelar Kompetisi Bahasa Inggris

0
3
ESO Unila gelar Kompetisi Love Comp se-Sumatra, Selasa (17/9/2019).

Bandarlampung – Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat universitas English Society Universitas Lampung (UKM-U ESO Unila) segera menggelar kompetisi bahasa Inggris tahunan se-Sumatera pada September 2019 ini.

“Kompetisi bertajuk Lampung Overland Various English Competition (LOVE COMP) 2019 ini dimulai pada 28-29 September 2019,” kata Ketua Pelaksana LOVE COMP 2019, Siti Rahman Diannisa, di Bandarlampung, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa kompetisi bergengsi ini akan diadakan di Universitas Lampung. Tema dari LOVE COMP 2019 adalah “Embracing Our Diversity” atau “Merangkul Keragaman Kita”.

Menurutnya, enam lomba akan dipertandingkan, yaitu Debate (Debat), Speech (Pidato), Newscasting (Penyiar Berita), Story Telling (Mendongeng), Scrabble (Permainan Papan Scrabble), dan General English Test (Tes Bahasa Inggris Umum).

Ia menuturkan bahwa kompetisi akan ini dibagi dalam dua kategori, yaitu kategori SMP dan SMA sederajat dan kategori Universitas sederajat. 

Kompetisi ini akan diikuti oleh berbagai SMP, SMA dan universitas yang ada di Pulau Sumatera, seperti Provinsi Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Riau, dan tentunya tuan rumah Lampung.

“Dilihat dari antusias peserta tahun kemarin yang sangat luar biasa, diperkirakan akan ada lebih dari 300 peserta yang akan mengikuti kompetisi ini,” katanya lagi.

Selain itu, lanjutnya, kompetisi ini juga memperebutkan piala, uang tunai, suvenir, sertifikat, dan piala bergilir rektor. 

“Akan ada pula stan penjualan makanan, minuman, suvenir, produk sponsor, dan juga fun area, dimana peserta, pendamping atau bahkan pengunjung bisa bermain permainan ala bahasa Inggris,” kata Dian.

Ia berharap kompetisi ini bisa memotivasi generasi muda Indonesia untuk menggiatkan lagi semangat untuk menguasai bahasa Inggris dalam menghadapi persaingan global yang sangat ketat.

“Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang pasti digunakan oleh seluruh manusia di dunia. Maka, ketika kita menguasai bahasa Inggris, tentu saja kita akan dapat beradaptasi dan bercakap dengan siapa saja dengan mudah ketika kita berpindah dari negara satu ke negara lainnya. Dengan menguasai bahasa yang notabenenya menjadi bahasa paling umum di dunia, hal itu tentu saja menjadi modal utama kita untuk memperluas pergaulan kita ke penjuru dunia,” ujarnya. 

Dian menambahkan, keterampilan nonteknis menjadi salah satu kemampuan yang sangat dilirik oleh dunia usaha selain menguasai keterampilan teknis di sekolah atau perkuliahan. (Ant)