Fasilitas Umum di Pesawaran Wajib Menerapkan Protokol Kesehatan

Fasilitas Umum Di Pesawaran Wajib Menerapkan Protokol Kesehatan

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat menyerahkan data kependudukan bagi umat Katolik di Gereja Santa Maria, Dusun Muntilan, Desa Margorejo, Kecamatan Tegineneng, Selasa, 8 September 2020. 

Pesawaran – Penerapan protokol kesehatan di seluruh fasilitas umum, tak terkecuali seluruh tempat ibadah, wajib dilakukan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Sebab, efek Covid-19 menyasar seluruh aspek kehidupan.

Hal itu disampaikan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 saat menyerahkan data kependudukan bagi umat Katolik di Gereja Santa Maria, Dusun Muntilan, Desa Margorejo, Kecamatan Tegineneng, Selasa, 8 September 2020. “Saya lihat tempat ibadah sudah mulai menerapkan protokol kesehatan semua, seperti Gereja Santa Maria di Desa Margorejo ini, di pintu masuk sudah dilakukan pengecekan suhu tubuh, dan ada tempat cuci tangan, kemudian yang datang juga sudah menggunakan masker dan menjaga jarak,” ujarnya.

Dia mengungkapkan dampak pandemi Covid-19 bukan hanya berimbas pada sektor kesehatan tapi juga pada perekonomian masyarakat. “Corona sudah cukup meluluhlantakkan perekonomian kita. Contoh kegiatan pembangunan jalan dan lainnya tertunda karena adanya pergeseran anggaran untuk sektor kesehatan serta bantuan langsung tunai, tujuannya tentu sebagai upaya penanggulangan dampak Covid-19,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Bupati meminta seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19. “Semua masyarakat yang hadir pada pembagian adminduk pada hari ini, mau umat Katolik, kristiani, Hindu, Budhha maupun muslim, kalau mereka orang Pesawaran, ayo bersama-sama kita bahu-membahu untuk memutus penyebaran Covid-19 di Bumi Andan Jejama yang kita cintai ini,” ujarnya.

Dendi menambahkan fungsi adminduk saat ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam hal administrasi. Oleh sebab itu, Pemkab Pesawaran saat ini mengejar cakupan kepemilikan adminduk.

“Contohnya Disdukcapil Pesawaran memiliki terobosan ataupun program jemput bola, di mana program tersebut bertujuan untuk menyentuh masyarakat yang tidak bisa datang ke kantor adminduk. Semua itu dilakukan agar masyarakat bisa menikmati pelayanan pembuatan adminduk,” katanya.

Kadis Dukcapil Pesawaran Ketut Partayasa menambahkan saat ini cakupan KTP-el di Pesawaran sudah hampir 100%. “Ya, untuk capaian dokumen kependudukan kita, seperti KTP-el sudah 99 persen, yang satu persennya merupakan warga Pesawaran yang sedang berada di luar daerah. Kami selalu meminta masyarakat yang belum perekaman maupun pencetakan KTP-el bisa datang ke kantor Dukcapil Pesawaran. Jika berhalangan seperti sakit, bisa berkoordinasi dengan kami, nanti biar ada tim kami yang datang ke rumah karena sesuai arahan Pak Bupati, kami ada program jemput bola,” katanya. (LP)

Share