Ferdian Paleka Dipidana, Masih Ada Youtuber Main Prank Sampah Juga

Video Prank Youtuber Prank Memberi Daging Kurban Yang Ternyata Berisi Sampah Youtube Edo Putra Official 1 169

Jakarta – Demi akun Youtubenya terkenal, dua pemuda di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti jejak Ferdian Paleka membagi-bagikan kresek berisi sampah kepada warga. Dalam videonya, dua pemuda itu mendatangi dua ibu-ibu dan memberi kresek yang disebutnya berisi 5 kilogram daging kurban.

Dilihat video berdurasi 11 menit 56 detik tersebut diunggah pada Jumat (31/7) oleh akun Edo putra Official. Video tersebut diberi judul ‘PRANK BAGI BAGI DAGING KE EMAK-EMAK ISINYA SAMPAH #THEREALPRANK’.

“Kami sudah siapkan kantong, kami akan kasih sampah, kita kasih ke rumah-rumah, guys. Kita cari-cari sampah masyarakat, guys,” kata pria berkaus kuning dalam video tersebut seperti dilihat, Sabtu (1/8/2020).

Terlihat dalam video, mula-mula dua pemuda itu membawa dua kantong plastik hitam yang digunakan untuk membungkus sampah. Mereka lalu menuju ke sebuah tumpukan sampah sisa dibakar. Sampah itulah yang lalu dimasukan mereka ke dalam kantong plastik hitam.

Mereka juga nampak berakting terbatuk dan hendak muntah karena mual ketika mengangkat sepotong sampah, untuk menunjukkan sedemikian menjijikan sampah yang mereka akan masukan ke kantong plastik. Ironisnya, satu di antara mereka mengaku melakukan ini hanya demi menggaet banyak subscriber di akun Youtube-nya.

“Ini demi subscribersguys. Jangan lupa subscribe, guys,” kata pemuda itu.

Setelah kresek penuh sampah, kedua pemuda ini lalu mencari target prank. Korban pertama adalah seorang ibu yang sedang menyapu halaman rumah. Kepada korban, kedua pemuda ini memberi instruksi agar kresek tak dibuka hingga mereka pergi.

“Kebetulan nih, Bu. Rezeki, Bu. Tadi tuh ada bingkisan dari tempat di rumah. Ini daging sekitar 5 kiloan, jangan dibuka dulu sebelum kami pergi, ya,” kata pria berkaus kuning kepada ibu tersebut.

Dia pun pergi dengan dibonceng sepeda motor oleh temannya. Pemuda itu lantas berkomentar tak sopan.

“Makanlah itu, guys. Sampah-sampah masyarakat,” katanya sembari tertawa.

Kedua pemuda itu tertawa puas saat korban pertama mereka nampak marah dan membanting kresek. Mereka lalu mencari korban prank kedua.

Pria berkaus kuning lagi-lagi berbicara, seakan berinteraksi dengan penonton videonya. Dia mengajak penonton videonya untuk melihat aksi ibu-ibu lainnya yang akan diberi kresek isi sampah.

“Kita cari target nih, guys. Kita cari emak-emak yang ada depan rumah, kita kasih daging sampah, kita lihat reaksinya, guys,” katanya.

Korban kedua adalah seorang ibu yang sedang menjemur pakaian di halaman rumah. Lagi-lagi si pria berkaus kuning beraksi.

“Ini, Bu. Kami ada paket, kan Lebaran nih, kami nak ngasih nih, Bu. Daging, Bu. Ada rezeki dikit, Bu. Terima ya, Bu. Tapi jangan dibuka dulu, Bu. Ini ada sekitar 5 kiloan,” ujarnya.

Lalu ditampilkan sekuen saat si ibu membuka kresek tersebut. Reaksi korban kedua mirip dengan korban pertama yaitu membanting sampah yang ada di dalam kresek. Kembali terdengar suara tawa para pelaku.

Adegan berlanjut dengan pemuda tersebut menghampiri korbannya lalu meminta maaf dan memberikan uang senilai Rp 500 ribu. Ibu yang diberi uangpun akhirnya luluh.

“Maaf bu, maaf bu. Di situ ada kamera,” kata Edo sambil menunjuk kamera tersembunyi.

“Wah, nge-prank kamu?” tanya ibu itu.

“Iya, nanti kami ngasihnya duit, bu. Di sini ada Rp 500 ribu, untuk beli daging. Kami minta maaf ya, bu. Nggak apa ya bu videonya di-upload ke YouTube?” kata Edo.

Nggak apa-apa,” kata ibu tersebut.

Video diakhiri dengan adegan pelaku menyalimi korban dan mengucapkan salam. Pemuda itu lalu menyampaikan video prank-nya berhasil dan meminta netizen tak menghujat karena dia telah memberi korbannya uang.

“Halo guysprank kita berhasil, guysGuys, kami tadi bagi-bagi sampah, guys. Tapi sesudahnya, kami kasih duitnya. Jadi jangan menghujat lah, guys,” ucap pelaku.

Entah apa maksudnya, pemuda itu lalu mengaku dirinya orang baik dan menyebut netizenlah yang jahat dan tak berfaedah.

“Kami adalah orang-orang yang baik, guys. Kalian orang-orang yang jahat, guys, tak berfaedah,” ujar pelaku di akhir video.

Polisi akhirnya angkat bicara soal viralnya video ini. Polisi mengimbau masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dan beretika.

Terlebih prank dilakukan dengan memanfaatkan suasana Idul Adha. Polisi menyampaikan harusnya Idul Adha dimaknai dengan meneladani sifat Nabi Ibrahim dalam beramal.

Polisi juga menilai kelakuan dua pemuda itu tak pantas dan tak sopan. “Saya mengimbau agar bijak dalam bermedia sosial. Karena media sosial ini berada di ruang publik, sehingga kita juga harus memperhatikan etika,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Supriadi lewat pesan singkat.

Perbuatan kedua pemuda itu mengingatkan pada sosok Ferdian Paleka yang mengerjai waria serta anak-anak jalanan dengan membagikan paket sembako berisi sampah di Bandung, Jawa Barat. Polisi saat itu langsung memburu Ferdian Paleka usai menerima laporan dari korban prank-nya.

Kasus Ferdian Paleka saat itu ramai disorot. Pasalnya Ferdian melarikan diri dari buruan polisi dengan dibantu oleh ayahnya. Saat ditangkap, Ferdian Paleka meminta maaf, namun polisi tetap menjebloskan dia ke penjara.

Usai ditahan, viral video Ferdian Paleka di-bully oleh tahanan lainnya yang geram karena mengetahui perbuatan Ferdian. Ferdian kemudian bebas lantaran korbannya mencabut laporan di polisi.

Sama seperti reaksi netizen saat video prank sampah Ferdian Paleka viral, netizen yang menyaksikan aksi prank sampah dua pemuda di Palembang ini pun geram. (Dtk)

Share