Gajah Dekati Perbatasan, Masyarakat Suoh Diimbau Waspada

Gajah Dekati Perbatasan Masyarakat Suoh Diimbau Waspada

Liwa – Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) bidang Wilayah II Liwa Lampung Barat melalui kepala Resort Suoh, Sulki, meminta agar masyarakat yang memiliki garapan/kebun di wilayah atas kali bening dekat perbatasan TNBBS untuk waspada.

Pasalnya, saat ini rombongan gajah sebanyak 12 ekor telah terpantau sedang berada di sekitar 1,5 km dari titik val batas kawasan TNBBS resort Suoh. Sehingga masyarakat diminta berhati-hati dan mengurangi kegiatanya untuk sementara waktu.

“Jika memang tidak terlalu penting agar untuk sementara mengurangi aktifitas  dilahan harapanya itu dulu sebab saat ini posisi gajah sudah berada di radius 1,5km dari val batas,” kata kepala TNBBS resort Suoh Sulki Minggu, 2 Agustus 2020.

Ia menambahkan, keberadaan gajah-gajah itu terpantau melalui peta GPS.  Imbauan itu telah disampaikan kepada masyarakat melalui peratin-peratin maupun melalui grup WA masyarakat khususnya yang ada di tiga pekon yaitu Pekin Sumberagung, Tuguratu dan Ringinsari. Keberadaan pergerakan gajah itu terpantau melalui GPS dan diketahui berlangsung sejak 2-3 hari ini.

“Intinya melalui peratin, kami mengimbau agar masyarakat di Pekon Tuguratu, Sumberagung dan Ringinsari Kecamatan Suoh untuk waspada karena keberadaan gajah saat ini sudah berada di atas kali bening dengan radius 1,5km dari bak batas,” kata Sulki.

Pergerakan gajah liar ini cukup agresif sehingga perlu untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena itu akan lebih baik untuk mengurangi aktifitas terutama bagi petani yang lahan garapannya berada disekitar perbatasan tersebut.

Untuk mengantisipasi terkait keberadaan gajah itu, kata Sulki, pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan dan berupaya pergerakan gajah liar itu tidak mengarah ke perbatasan apalagi mendekati lahan masyarakat. (LP)

Share