Gempa Magnitudo 4,8 Di Pesisir Barat Lampung Tak Berpotensi Tsunami

0
14
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho ST MSi, dalam rilis diterima menjelaskan gempa bumi tektonik itu, menurut analisis BMKG menunjukkan berkekuatan M=4,8 dengan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 5.45 derajat Lintang Selatan (LS) - 103.58 derajat Bujur Timur (BT), tepatnya berada di laut pada jarak 48 km barat daya Pesisir Barat, Lampung dengan kedalaman 27 kilometer.

Bandarlampung -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa gempa berkekuatan Magnitudo 4,8 yang terjadi pada Jumat, 22 November 2019, pada pukul 00.36.55 WIB, di wilayah Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung dan sekitarnya tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho ST MSi, dalam rilis diterima di Bandarlampung, Jumat pagi, menjelaskan gempa bumi tektonik itu, menurut analisis BMKG menunjukkan berkekuatan M=4,8 dengan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 5.45 derajat Lintang Selatan (LS) – 103.58 derajat Bujur Timur (BT), tepatnya berada di laut pada jarak 48 km barat daya Pesisir Barat, Lampung dengan kedalaman 27 kilometer. 

Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Zona Subduksi (Megathrust) di Pesisir Barat Pulau Sumatera dimana Lempeng Indo-Australia menyelusup menghujam ke bawah Lempeng Eurasia. 

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Krui, Pesisir Barat dengan Skala Intensitas I – II Modified Mercalli Intensity (MMI), Di Liwa, Lampung Barat dengan Skala Intensitas II – III MMI, di Pesisir Barat dengan Skala Intensitas III – IV MMI.

Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. Hingga laporan ini dibuat pukul 01:11 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Karena itu, kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempa bumi tersebut. Pastikan informasi resmi gempa bumi dengan skala Magnitudo kurang dari 5 hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/). (Ant)