Gubernur Lampung Sebut Ekspor Lobster Hanya Kebutuhan Konsumsi

Bandarlampung – Gubernur Lampung menegaskan bahwa ekspor lobster di Lampung hanya untuk kebutuhan konsumsi, bukan memperjual belikan benur.

“Provinsi Lampung merupakan salah satu sumber benur lobster yang didapat dari wilayah bagian barat, namun tidak ada ekspor benur di Lampung,” ujar Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan kegiatan lalu lintas ekspor di Provinsi Lampung hanya dilakukan untuk mengekspor lobster untuk kebutuhan konsumsi.

“Kita memberikan kesempatan hanya untuk ekspor lobster konsumsi hasil budi daya, tidak ada untuk benur, bila ada itu jelas ilegal,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Pejabat Sementara Bupati Pesisir Barat Ahmad Chrisna Putra.

“Kabupaten Pesisir Barat memang salah satu daerah yang memiliki budid lobster seperti daerah Ngambur, Ngaras, Bengkunat. Namun semua tidak memperjual belikan benur,” ujarnya.

Menurutnya, kebanyakan masyarakat melakukan budid dalam bentuk pembesaran lobster.

“Pembudidayaan oleh masyarakat kebanyakan pembesaran lobster dari benur yang didapat di laut yang nantinya ketika sudah siap diperjualbelikan untuk konsumsi, dan tidak ada jual beli benur,” ujarnya lagi.

Diketahui KKP melalui Surat Edaran Nomor: B. 22891 IDJPT/Pl.130/Xl/2020 menyatakan menghentikan sementara penerbitan Surat Penetapan Waktu Pengeluaran (SPWP) terkait ekspor benih bening lobster. (Ant)

Bagikan