Guna Pulihkan Perekonomian Triwulan III, Lampung Maksimalkan Hasil Pertanian

20200824105256 Img 4283

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat. 

Bandarlampung- Pemerintah Provinsi Lampung terus memaksimalkan pertumbuhan sektor pertanian guna memulihkan perekonomian Lampung pada triwulan ke III di masa pandemi COVID-19. 

“Pandemi COVID-19 berdampak sangat luas bagi beragam sektor di Lampung, salah satunya ekonomi Lampung yang mengalami penurunan cukup dalam,” ujar Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat di Bandarlampung, Selasa. 

Ia mengatakan, meski perekonomian Lampung dalam dua triwulan terakhir mengalami penurunan, sejumlah sektor di Lampung salah satunya pertanian masih tumbuh positif. 

“Sejumlah sektor masih tumbuh positif seperti pertanian, perikanan, dan kita akan tingkatkan kembali sektor tersebut agar mampu mendongkrak perekonomian Lampung di triwulan ketiga,” katanya. 

Menurutnya, sumber pertumbuhan positif perekonomian pada triwulan kedua Provinsi Lampung berasal dari pertanian, kehutanan dan perikanan sebanyak 0,48 persen, serta dari informasi dan komunikasi sebanyak 0,53 persen. 

“Kita tetap jaga pertumbuhan pertanian yang berjumlah 0,48 persen tersebut, selain itu untuk sektor pariwisata dan UMKM yang terdampak cukup banyak juga akan terus dipacu untuk bertumbuh kembali dengan beragam program pemulihan ekonomi,” ujarnya. 

Ia mengatakan, diharapkan pada triwulan ke III diharapkan akan ada pertumbuhan positif, selain itu pada 2021 diharapkan perbaikan pertumbuhan perekonomian. 

“Kita akan upayakan perbaikan untuk tahun 2021, pertumbuhan juga sudah kita tetapkan pada kisaran 5 persen, sehingga perlu kerja keras untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya. 

Berdasarkan data yang di publikasi oleh BPS Provinsi Lampung ekonomi Lampung pada triwulan I tahun 2020 tumbuh sebesar 1,73 persen, pertumbuhan tersebut melemah dibanding dengan triwulan I tahun 2019 yang berjumlah 5,21 persen. 

Sedangkan pada triwulan ke II ekonomi Lampung kembali mengalami kontraksi sebesar 3,57 persen dibanding dengan triwulan II tahun 2019. (Ant)

Share