Gunawan Diduga Produksi “Gula Merah” Dengan Bahan Tidak Layak & Bahan Campuran Makanan Tanpa Pengawasan Ahli

Lampung Timur, etalaseinfo.com (SMSI) -Usaha gula merah milik Gunawan di Desa Bandar Agung Kec. Bandar Sribhawono kab. Lampung Timur yang mengolah bahan baku makanan berupa gula kelapa afkir/BS (rusak / sudah mencair dan berjamur) dengan gula rafinasi yang peredaran dan penggunaannya harus dengan izin khusus karena hanya untuk industri serta beberapa bahan campuran lainnya yang diduga Dekstrosa (D-Glukosa), Liquid Gluqose dan maltodextrin karena kemasan-kemasan bahan tersebut masih ditemukan dilokasi usaha milik Gunawan.

Perusahaan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang sudah beroperasi sejak tahun 2015 ini diduga mengolah bahan baku yang sudah tidak layak untuk di konsumsi dan tempat pengolahan makanan ini sangat kumuh.

Usaha ini sangat tidak layak mulai dari tempat yang beralaskan tanah becek karena tumpahan bahan dari gula afkir serta air yang diperkirakan untuk keperluan pengolahan usaha tersebut serta kolam limbah yang tempatnya masih berada dalam lokasi pengolahan.

Selain dari tempat pengelolaan, para pekerja pun tidak memakai perlengkapan standar kesehatan bahkan ada yang tidak mengenakan baju dengan keringat menetes ke gula yang lagi dimasak, bahkan bahan yang sudah tumpah ke tanah pun dicampurkan kembali ke bahan yang sedang dimasak. Ditambah lagi semua bahan dan hasil serta packing diletakkan di atas lantai tanah yang kotor.

Menurut Gunawan saat di konfirmasi di lokasi pengolahan gula tersebut pada hari jum’at 17/02/2021 mengatakan” bahwa hasil usahanya hanya disalurkan untuk bahan baku industri.

“kami hanya memproduksi gula untuk bahan baku industri dan bahan baku gula afkir itu tidak kami olah tapi gula afkir itu ada yang ngambil (pembeli-red)” papar Gunawan.

Sedangkan pada saat yang bersamaan menurut salah satu karyawannya yang tidak mau disebutkan namanya bahwa gula merah hasil perusahaan Gunawan ini juga dikirim untuk pasar tradisional yang biasanya dikonsumsi langsung dengan bukti ada cetakan kecil dan peti kemasan kecil” katanya.

Pemandangan sangat miris ini sangat disayangkan terhadap usaha yang sudah berlangsung cukup lama ini dan menghasilkan produksi ratusan ton yang entah sudah berapa ribu orang yang sudah menikmati hasil produksi yang sangat tidak bersih (higienis) dan tidak ada jaminan bagi kesehatan terhadap kandungannya.

Sementara menurut Dirjend Direktorat Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara, Herman Gunawan mengatakan, akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk segera menyikapi temuan ini, untuk menentukan usaha ini layak apa tidak karena jika tidak perusahaan ini sudah menghasilkan produksi gula yang sangat banyak, jadi yang mengkonsumsinya juga sangat banyak, sementara bahan yang digunakan itu harus dalam pengawasan atau rekomendasi ahli, karena jika tidak akan dapat memicu penyakit pada manusia seperti diabates, stroke, darah tinggi bahkan kanker” terangnya.

“Kami akan menindaklanjuti temuan ini dengan segera melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, agar temuan ini segera ditindalanjuti supaya ada kepastian apakah gula hasil produksi pabrik pak Gunawan tersebut layak atau tidak untuk dikonsumsi”. Tegas Herman Gunawan kepada etalaseinfo.com disela-sela evaluasi hasil temuan tim investigasi” tegasnya.

Sementara hasil koordinasi tim etalaseinfo.com dan Direktorat Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional dengan kadis Perindag Lamtim serta Kadis Kesahatan Lampung Timur dr. Nanang Salman yg dihubungi melalu pesan Whatshap menuliskan agar berkoordinasi dengan Kasi Perlindungan Konsumen dan siap untuk menurunkan tim agar bisa menindaklanjuti informasi yang telah disampaikan ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lampung Timur’ ucapnya. (yusuf)